Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi ketupat (Foto: Rizal Mansor via Getty Images)

Momen Lebaran tidak lengkap rasanya jika tidak mengonsumsi ketupat. Bisa disandingkan dengan beragam masakan, ternyata ketupat punya makna mendalam.

Ketupat adalah olahan makanan yang dibuat dari beras dan dimasukkan ke dalam anyaman pucuk daun kelapa berbentuk segi empat.

Bisa dibilang, ketupat sudah menjadi bagian dari budaya kuliner Nusantara.

Namun, di balik tradisi ini ternyata ketupat juga punya sebuah makna tersendiri yang melambangkan tradisi dan budaya lokal.

Ketupat berasal dari kata “kupat” dan memiliki arti ganda yakni “ngaku lepat” (mengakui kesalahan) dan “laku papat” (empat tindakan).

Adapun empat tindakan yang dimaksud adalah luberan (melimpahi), leburan (melebur dosa), lebaran (pintu ampunan terbuka lebar), dan laburan (menyucikan diri).

Kemudian, isian beras pada ketupat dilambangkan sebagai hawa nafsu. Daun kelapa muda atau janur, merupakan singkatan dari jatining nur atau cahaya sejati (hati nurani). Jika digabungkan, ketupat memiliki arti manusia yang menahan nafsu dengan mengikuti hati nurani.

Di sisi lain, simpul anyaman ketupat yang saling bersilang menjadi simbol beragamnya kesalahan (dosa) yang dilakukan manusia selama hidupnya.

Hal ini, terlihat dari rumitnya anyaman ketupat yang terbuat dari daun kelapa. Setelah ketupat dibuka, maka akan terlihat nasi putih yang mencerminkan kesucian hati setelah memohon ampunan atas segala kesalahan.

Bentuk ketupat melambangkan perwujudan kiblat papat limo pancer, atau lambang keseimbangan alam dalam empat arah mata angin utama, yaitu timur, selatan, barat, dan utara.

Meskipun memiliki empat arah, tetapi hanya ada satu kiblat atau pusat. Artinya, ke arah mana pun manusia pergi ia tidak boleh melupakan kiblat, yakni kewajiban melaksanakan ibadah.

Selanjutnya, keempat sisi ketupat juga bisa diasumsikan sebagai empat macam nafsu yang dimiliki manusia, yaitu amarah, rasa lapar, keinginan untuk memiliki sesuatu, dan ingin memaksakan diri yang keempatnya bisa dikendalikan melalui ibadah puasa.

Oleh karena itu, makan ketupat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengendalikan keempat nafsu duniawi tersebut untuk senantiasa sesuai dengan tuntunan agama.

Bahan utama yang digunakan untuk membuat ketupat adalah beras dan daun kelapa muda. Kedua bahan tersebut, memiliki makna khusus yang bisa mengingatkan agar manusia tidak lupa akan awal dan akhir penciptaannya, serta akan kembali ke tanah lagi.

Dengan demikian, ketupat digambarkan sebagai simbol nafsu dan hati nurani setiap manusia yang tampil dalam wujud perilaku diri.

Ketupat dimasak dengan merebus dalam air yang mendidih di atas api yang menyala. Ini sama seperti tujuan pelaksanaan puasa yang bisa membersihkan dosa di dalam diri, sehingga kembali suci di hari yang fitri.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: