SDN 4 Tamansari yang dibangun pakai blok ramah lingkungan. (Foto: instagram.com/jimmyhutasoit_)
SDN 4 Tamansari menjadi sekolah pertama di Indonesia yang dibangun menggunakan batu bata ramah lingkungan dari daur ulang plastik.
Mengenyam pendidikan di sekolah yang layak dan nyaman, tentunya menjadi idaman seluruh murid. Namun, bagaimana jadinya jika ada sekolah yang dibangun dari palstik daur ulang dan dipasang seperti lego?
Bukan cerita fiksi, hal ini diterapkan langsung oleh SDN 4 Tamansari di Dusun Medas Bentaur, Desa Tamansari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.
Sekolah ini mendapatkan pembangunan kembali, setelah tragedi gempa 6,4 M di tahun 2018 yang mengguncang dan meratakan seluruh bangunan.
Pembangunan SD eco-block ini diprakarsai oleh Classroom of Hope, organisasi nonprofit asal Australia yang kerap melakukan gerakan pendirian sarana pendidikan di berbagai negara.
Bekerja sama dengan Pelita Foundation Lombok dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB), pihak Classroom of Hope akhirnya menunjuk Block Solutions untuk menggarap pembangunan SDN 04 Tamansari menggunakan bahan daur ulang sampah plastik.
Adapun Block Solutions, adalah perusahaan konstruksi bangunan rumah berbasis ramah lingkungan yang berasal dari Finlandia. Block Solutions akan mengubah sampah plastik menjadi balok ramah lingkungan.
“Kami sangat bangga dapat membantu menyebarkan teknologi bangunan yang berkelanjutan dan terjangkau ini ke Indonesia, dan semoga lebih luas lagi!” ujar pihak Classroom of Hope dikutip dalam media sosial Instagram-nya, Selasa (23/4).

(SDN 4 Tamansari di Lombok yang dibangun pakai blok ramah lingkungan)
Dibangun Kurang dari Seminggu
Sekolah dengan 5 ruang kelas di SDN 4 Tamansari ini, memberikan akses pendidikan dalam bangunan yang aman dan nyaman bagi lebih dari 200 anak.
Hal ini tidak hanya membantu masyarakat Tamansari, tetapi juga membantu lingkungan dengan memanfaatkan kembali berton-ton sampah plastik.
Mengutip dari media sosial Instagram Classroom of Hope, secara keseluruhan sekolah tersebut terbuat dari 15 ton sampah plastik daur ulang yang diubah menjadi balok ramah lingkungan.
Keunggulan sekolah ramah lingkungan ini, adalah hemat biaya, tahan gempa, netral karbon, dan sangat cepat dibangun.
Setelah pondasi diratakan, setiap ruang kelas bahkan dapat dibangun hanya dalam waktu 5-8 jam saja. Artinya satu sekolah baru dengan 5 ruang kelas di SDN 4 Tamansari ini, dapat selesai dibangun dalam waktu 5 hari saja.
Menariknya, setiap ruang kelas yang dibangun telah membantu menyingkirkan 2-3 ton sampah plastik dari lingkungan, sekaligus membuat siswa-siswi Lombok kembali belajar dengan nyaman.

(Blok ramah lingkungan)
Keunggulan Blok Ramah Lingkungan
Pembangunan sekolah menggunakan blok ramah lingkungan menjadi hal baru bagi masyarakat setempat.
Namun, ternyata ada beberapa alasan mengapa pembangunan sekolah dilakukan menggunakan blok ramah lingkungan ini.
Blok ramah lingkungan ini, terbuat dari 100% sampah plastik daur ulang. Dengan demikian memungkinkan kita untuk menyelamatkan sampah plastik dari sungai, lautan, sungai, dan memanfaatkannya dengan baik.
Blok plastik lebih ringan, tahan lama, dan fleksibel daripada batu bata biasa yang juga membuatnya lebih aman jika terjadi gempa bumi.
Selain itu, harganya jauh lebih terjangkau, tidak beracun, dan lebih tahan lama daripada batu bata biasa dan bahan bangunan lainnya.
Blok ini mudah dirakit, sehingga memungkinkan untuk membangun seluruh rumah dan sekolah dalam waktu singkat, yakni sekitar 1-2 hari.
Menariknya, blok ramah lingkungan ini dapat bertahan selama lebih dari 100 tahun dan hampir tidak memiliki jejak karbon, menurut pengujian ketat yang dilakukan oleh Block Solutions.

(Ruang kelas SDN 4 Tamansari)
Seputar Eco-Blocks
Block Solutions membuat eco-blocks dari sampah plastik daur ulang, termasuk polietilena (PE), polipropilena (PP), dan polietilena tereftalat (PET).
Saat ini, setiap ruang kelas yang dibangun menggunakan eco-blocks membutuhkan biaya pembangunan antara USD 11.000–USD 13.000 (sekitar Rp179 juta-Rp211 juta), termasuk biaya pengiriman balok-balok dari Finlandia.
“Setelah kami memiliki pabrik lokal di Lombok, biaya tersebut akan turun menjadi USD 8.000-USD 10.000 (Rp130 juta-Rp162 juta) per ruang kelas.
Pihak Block Solutions mengatakan, pihaknya akan terus membangun lebih banyak sekolah dan bangunan ramah lingkungan menggunakan blok plastik ini, sehingga bisa meningkatkan perekonomian lokal sekaligus menurunkan biaya sekolah.

