Kaligrafi Tiongkok

List sampah terbanyak di Indonesia| Foto: Instagram.com/@sungaiwatch



Sahabat DAAI, apakah kalian sering melihat sampah plastik di sungai? Faktanya, sampai saat ini sampah plastik menjadi salah satu sampah terbanyak di sungai Indonesia. 

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2023, sampah plastik menjadi menduduki peringkat kedua terbesar yang ada di Indonesia dengan jumlah 18,9%.

Sampah plastik merupakan sampah utama yang menjadi sumber pencemaran tanah dan pencemaran laut. Hal ini sangat memprihatinkan karena sampah plastik sangat sulit untuk diuraikan.

Salah satu organisasi nirlaba yang bergerak pada pencegahan sampah plastik adalah Sungai Watch yang membersihkan sungai-sungai di Bali. Tahun 2023, Sungai Watch mengatakan bahwa jenis sampah yang masih sering ditemui pada sungai Indonesia adalah plastik.

“Sampah ini (kemasan saset) semacam musuh kita karena memiliki banyak lapisan yang sulit untuk dipisahkan secara manual, ada lapisan alumunium. Sampah plastik yang memiliki banyak lapisan sangat sulit untuk didaur ulang,” ucap Co-Founder Sungai Watch Sam Bencheghib (27) dikutip dari postingan instagram @indozone.id, Selasa (20/2/2024).

 

Laporan Dampak Sungai Watch Tahun 2023

Berdasarkan Laporan Dampak Sungai Watch (2023), terdapat 13 jenis sampah yang paling banyak mencemari sungai.

Di antaranya sampah residual (31%), transparent film/bags (20%), kantong plastik (16%), plastik saset (6%), fabrik (5%), kaca (5%), sendal (4%), PET (4%), plastik keras (3%), gelas cup (3%), styrofoam (1%), tetrapak (1%), dan lainnya (1%).

Di dalam laporannya, Sungai Watch juga menyoroti pencemaran gelas plastik yang kerap mendominasi sungai di Indonesia. Biasanya, kemasan sekali pakai ini digunakan untuk minuman, makanan ringan, dan minyak goreng.

Kemudian, sampah plastik botol PET yang kerap mencemari sungai biasanya berasal dari minuman air mineral, soda, dan minuman kemasan lainnya. Lalu, sampah plastik saset yang biasanya berasal dari bungkus kopi, mi instan, dan sabun cuci.

Sampah plastik keras biasanya berasal dari botol minuman yang terbuat dari material High Density Polyethylene, seperti kemasan minuman, kemasan sabun, dan sampo.

Sampah tetrapak yang mencemari sungai biasanya berasal dari kemasan jus dan buah. Bahan sampah tetrapak terbuat dari alumunium, kertas, dan plastik. Pada sampah kaca yang mencemari sungai, umumnya berasal bungkusan minuman, kosmetik, dan kondimen.

Terakhir, sampah logam biasanya berasal dari bungkusan minuman kaleng, kebanyakan dari minuman kaleng memiliki lapisan plastik Bisphenol A (BPA).

Sejauh ini, Sungai Watch sudah mulai berkembang dari Bali Utara hingga Jawa Timur. Sungai Watch juga telah membersihkan 380 sungai dan ratusan kilometer garis pantai.

Selain itu, Sungai Watch fokus untuk memasang jaring-jaring sampah pada hulu sungai agar dapat memperbaiki infrastruktur pengelolaan sampah di Indonesia.

Sampah yang terkumpul melalui jaring sampah yang dipasang sudah mencapai 502 kg dan 344 kg sampah melalui kegiatan bersih sungai. Sepanjang 2023, Sungai Watch telah membuat 385 acara kegiatan bersih sungai.

Sebanyak 268 jaring sampah sudah terpasang dan terbukti berhasil menahan 845 kg sampah plastik agar tidak masuk ke lautan.

 

Alur Kegiatan Sungai Watch

Kegiatan yang dilakukan oleh Sungai Watch terdiri atas lima tahap.

  • Pembersihan

Pada tahap ini, Sungai Watch akan melakukan kegiatan pembersihan pada sampah yang telah ditahan oleh jaring sampah dan mengadakan kegiatan bersih sungai secara rutin. Kurang lebih setiap hari terkumpul sekitar 2,3 ton sampah anorganik.

  • Pemilihan

Pada tahap ini, Sungai Watch akan membawa sampah ke fasilitas pengelolaan sampah yang telah dimiliki dan sampah akan dipisahkan ke dalam 30 kategori sesuai dengan material masing-masing. Sampai sejauh ini, Sungai Watch telah memiliki 8 fasilitas pengelolaan sampah.

  • Pemeriksaan

Pada tahap ini, Sungai Watch akan melakukan pemeriksaan pada sampah yang telah dipilah sebelum masuk ke proses daur ulang. Biasanya, pada tahap ini akan dilakukan pengumpulan data tentang sampah yang telah dikumpulkan.

  • Persiapan untuk Daur Ulang

Pada tahap ini, Sungai Watch akan mempersiapkan sampah-sampah tersebut. Misalnya, seperti dicuci, dikeringkan, dan dicacah agar memiliki nilai produk yang lebih tinggi.

  • Daur Ulang

Pada tahap ini, Sungai Watch akan mendaur ulang sampah tersebut menjadi barang yang lebih berharga. Rencananya, Sungai Watch akan membuat perusahaan yang berkaitan, yaitu Sungai Design untuk mendaur ulang sampah-sampah yang dikumpulkan secara internal.

Para pendiri Sungai Watch| Foto: instagram.com/@sungaiwatch

Sungai Watch

Sebagai informasi, Sungai Watch didirikan oleh Kelly Bencheghib (31), Gary Bencheghib (29), dan sang adik Sam Bencheghib sejak 2019.

Awalnya, Sungai Watch mulai membersihkan sampah plastik dari sungai-sungai yang ada di Bali. Kemudian, mereka mengubah misi utama mereka untuk mengumpulkan, memilah, serta mendaur ulang sampah plastik yang telah dikumpulkan.

Sampai tahun 2023, Sungai Watch telah berhasil mengelola tiga ton sampah-sampah plastik setiap harinya. Kegiatan membersihkan sungai bisa berjalan karena bantuan dari 119 river warrior dengan donasi sebanyak $1,3 juta.

 

Aktivis Lingkungan Sejak Dini

Sebelum mendirikan Sungai Watch, Kelly, Gary, dan Sam merupakan seorang aktivis lingkungan. Ketiganya tumbuh besar di Bali dan sering melihat banyaknya sampah plastik di Pulau Dewata (tempat tinggalnya). 

Saat masih berusia belasan tahun (2009), ketiganya pernah mendirikan organisasi lingkungan, yaitu Make a Change World.

Namun pada 2017, Gary dan Sam mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia karena video keduanya membersihkan botol plastik di Sungai Citarum yang beredar di media sosial.

“Karena hal itu, kami kemudian mendapat perhatian dari Presiden Jokowi untuk menginspirasi operasi bersih-bersih terbesar dalam sejarah,” tutup Gary dikutip dari situs web DW.


Penulis: Kerin Chang

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: