Kaligrafi Tiongkok

SMA Labshool borong medali di Thailand (Foto: Labschool Cibubur)

Sebanyak 30 siswa-siwi SMA Labschool Cibubur, Jawa Barat, meraih sejumlah penghargaan dalam Thailand Inventors Day 2024 di Bangkok, 2-6 Februari 2024.

Thailand Inventors Day 2024 atau International Intellectual Property, Invention, Innovation, and Technology Exposition (IPITEx), merupakan ajang yang mengompetisikan inovasi, riset, dan penemuan teknologi.

Ajang tersebut, diselenggarakan oleh pemerintah Thailand di bawah Dewan Riset Nasional Thailand (The National Research Council of Thailand/NRCT).

Pada ajang tersebut, tim dari SMA Labschool Cibubur berhasil meraih 2 emas, 3 perak, serta 1 penghargaan khusus.

 

Daftar Pemenang

Sekolah tersebut mengirimkan lima tim untuk empat kategori, yakni teknologi, konstruksi, personal care, dan perlindungan pada lingkungan.

Tim Fibrete yang mengusung inovasi “Produksi Beton Ramah Lingkungan dengan Menggunakan Abu Daun Bambu dan Serat Bambu Sebagai Alternatif Pengganti Beton Konvensional” dalam kategori konstruksi, berhasil meraih medali emas.

Kemudian, Tim Pureverve yang menciptakan pomade yang terbuat dari bahan dasar minyak kedelai hitam, tidak hanya meraih medali emas, tetapi juga mendapatkan penghargaan khusus.

“Satu emas lagi didapatkan pada kategori personal care melalui produksi minyak rambut yang terbuat dari bahan-bahan lokal, antara lain minyak kedelai hitam. Tim ini sekaligus mendapatkan penghargaan khusus dari WIIPA Taiwan,” kata pihak Labschool Cibubur dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (12/2).

Di sisi lain, Tim A Charm yang menciptakan aplikasi pengelolaan ternak ayam, berhasil meraih medali perak. Tim Maple yang mempresentasikan penemuan kulit imitasi yang ramah lingkungan dari hasil pemanfaatan kulit apel dan mangga, berhasil meraih medali perak.

Sementara itu, Tim Charncorn yang mempresentasikan cara pemanfaatan limbah jagung untuk pewarna hitam tekstil yang ramah lingkungan, juga berhasil meraih medali perak.

“Perjuangaannya berat selama 3 bulan kami penelitian. Berganti-ganti bahan hingga 4 kali, akhirnya penemuan kami berhasil,” jelas ketua Tim Pureverve Daiyandra Jusuf.

Keberhasilan para peneliti muda ini, disambut baik oleh orang tua dan guru pembimbing mereka ketika rombongan tim tiba di Indonesia, pada Kamis (8/2) malam.

“Ini adalah tahun kelima kami mengirim siswa peneliti ke Thailand Inventor’s Day. Bahagia karena usaha tak mengkhianati hasil,” ungkap Guru Pendamping Dona Febrianti.

(Tim SMA Labschool Cibubur)

 

Bangkok IPITEx

Bangkok IPITEx merupakan kegiatan kompetisi dan pameran tahunan di bidang inovasi, riset, dan teknologi yang diselenggarakan oleh pemerintah Thailand.

Tahun ini ajang tersebut diselenggarakan di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC), Bangna, Bangkok.

Acara ini diikuti oleh lebih dari 600 karya yang berasal dari 25 negara, yakni Thailand, Indonesia, Korea, China, Taiwan, Macao, Hong Kong, Malaysia, Laos, Vietnam, Pakistan, Kroasia, Polandia, Saudi Arabia, Rusia, Romania, Iran, Singapore, India, Inggris, Mesir, Jepang, Filipina, Kanada, dan Sudan.

Tidak hanya peneliti mahasiswa, IPITEX juga diikuti oleh perwakilan dari perusahaan swasta dan para peneliti dari lembaga riset negara-negara peserta.

Keikutsertaan peserta Indonesia di ajang IPITEX setiap tahunnya, berada di bawah Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA).

INNOPA merupakan sebuah asosiasi yang menghubungkan para inovator di Indonesia untuk pengembangan ide inovasi ke tingkat Internasional. Organisasi ini berada di bawah asosiasi inovator dunia yaitu IFIA dan WIIPA.

 

Tim Labschool Cibubur

Lima tim dari Labschool Cibubur, yakni sebagai berikut.

  1. Tim Fibrete

Karya: Produksi Beton Ramah Lingkungan dengan Menggunakan Abu Daun Bambu dan Serat Bambu Sebagai Alternatif Pengganti Beton Konvensional

Kategori: Konstruksi

Anggota: Naufal Hafidz R., Araya Raisa, Jovan Ibadillah, Lintang Tyaga S., Yuziku Hafizh P., dan Farrell Adhijaya.

 

  1. Tim Pureverve

Karya: Poduk pomade yang terbuat dari bahan-bahan lokal, antara lain minyak kedelai hitam, sehingga menjadikan produk ini aman dan bermanfaat bagi penggunanya.

Kategori: Personal Care

Anggota: Daiyandra Jusuf R., Alya Zhafira F., Raditya Wardhana, Tiara Rafifa D., Almer Dzaky T., dan Farras Mahardika.

 

  1. Tim Charcorn

Karya: Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung Sebagai Pigmen Pewarna Hitam Ramah Lingkungan

Kategori: Protection of the Environment

Anggota: Naomi Athaya W., Kayvan Ulayya E. D., Anggito Yudhistira T., Darren Indiko G., Nuhanajha Faiz F., dan Faza Ramadhanika.

 

  1. Tim Maple’s

Karya: Pemanfaatan Limbah Mangga dan Apel Sebagai Bahan Kulit Imitasi Berkelanjutan

Kategori: Protection of the Environment

Anggota: Annisa Devina W., Syahlah Verlita P., Ranaa Aurelia S., Raihanna Azzahra R., Khansa Luthfiah A., dan Maura Kastara D.

 

  1. Tim A-Charm

Karya: Peternakan Ayam Otomatis

Kategori: Teknologi

Anggota: Altra Noris W., Fachlevi Maulana N., M. Nadhif Ar Rayyan, Gefira Farhana A., M. Rasyid H., dan Razi Syahdan M.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: