Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi LRT (Foto: Instagram.com/lrt_jabodebek)

LRT Jabodebek segera memasuki masa “soft launching” pada 12 Juli hingga 15 Agustus 2023. Catat bagaimana cara naik LRT Jabodebek dengan harga Rp1.

Setelah proses ground breaking pada 2015 silam dan menghadapi beberapa tahun pembangunan, sebentar lagi masyarakat akan mendapat kesempatan untuk menjajal naik dan merasakan layanan Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek.

Nantinya, masyarakat akan bisa menikmati tarif layanan Rp1 yang merupakan bagian dari soft launching LRT Jabodebek.

Teris LRT Jabodebek Rp1 ini bisa dinikmati mulai dari 12 Juli hingga tanggal sebelum peresmian pada 18 Agustus 2023. Sampai saat ini, perkembangan pembangunan LRT Jabodebek telah mencapai 95,09%.

Mengutip dari situs PPID Jakarta, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama dengan Penjabat (PJ) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, melakukan inspeksi ke proyek pembangunan LRT Jabodebek, pada Rabu (28/6).

“Pada tanggal 12 Juli nanti, kita mulai lakukan uji coba operasional terbatas dengan tarif Rp1 yang dilakukan oleh KAI. Diharapkan, pada 18 Agustus 2023 akan diresmikan oleh Bapak Presiden Jokowi dan beroperasi secara komersial,” ujar Budi dalam keterangannya, dikutip Jumat (7/7).

Nantinya, masa uji coba ini terbatas hanya untuk 600 penumpang. Pihak LRT menetapkan tiga titik keberangkatan, yakni di Stasiun Harjamukti Cibubur, Stasiun Jatimulya Bekasi, dan Stasiun Dukuh Atas Jakarta.

Masyarakat yang ingin menjajal langsung LRT Jabodebek bisa mendaftar lewat tautan yang disediakan. Informasi tautan ini, bakal diumumkan di media sosial milik LRT Jabodebek mulai tanggal 10 Juli.

Nantinya ada semacam formulir yang harus diisi pendaftar, seperti nama, alamat, dan stasiun keberangkatan. Tidak ada persyaratan khusus, tetapi masyarakat harus membawa kartu elektronik agar bisa menge-tap dan masuk ke dalam stasiun.

Pada saat mendaftar, akan ada kode konfirmasi yang dikirimkan ke pendaftar. Kode tersebut harus ditunjukkan ke petugas yang berjaga.

Selama masa uji coba, akan ada 4 rangkaian dan 4 perjalanan dalam satu hari. Di dalam sekali perjalanan, ada 150 penumpang yang bisa diangkut, sehingga total penumpang dalam satu hari diperkirakan mencapai 600 orang.

Sebagai informasi, umumnya LRT Jabodebek diperkirakan mampu mengangkut hingga 500 ribu penumpang per hari.

Jika digabung dengan penumpang KRL Jabodetabek sebanyak 1,2 juta penumpang, secara total akan ada 1,7 juta penumpang per hari yang diangkut menggunakan kedua angkutan massal tersebut.

“Kami ingin pastikan konektivitas melalui angkutan massal ini dapat dilakukan lebih baik, sehingga masyarakat yang beralih ke angkutan massal semakin banyak. Pasalnya, ongkos yang harus dibayar tinggi sekali apabila menggunakan kendaraan pribadi. Kalau naik LRT bisa lebih murah, cepat, tidak macet dan bebas polusi,” tutup Budi.

Integrasi antarmoda juga merupakan salah satu aspek penting yang harus disiapkan sebelum dioperasikan. Hal ini sesuai dengan tujuan dari pembangunan LRT Jabodebek, yaitu menyediakan pelayanan transportasi yang terintegrasi, ramah lingkungan, dan mendukung pembangunan di wilayah di Jabodebek.

Layanan moda transportasi lain yang akan terhubung dengan LRT Jabodebek, di antaranya adalah Transjakarta, bus kota, KRL, MRT, Jaklingko, angkot, dan moda lainnya.

Khusus di Stasiun LRT Halim akan terhubung dengan Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KJCB) dan beberapa moda lainnya seperti Transjakarta, Royaltrans, serta taksi, dan travel yang sudah disiapkan tempat pemberhentiannya secara khusus.

Pada pembangunan tahap 1 ini, LRT Jabodebek melayani tiga lintasan, yakni Cawang–Cibubur, Cawang–Dukuh Atas, dan Cawang-Bekasi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: