Penulis : Grace Kolin

Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kawasan bernama Bantar Gebang?

Salah satu kecamatan di Bekasi ini biasanya identik dengan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) dan tumpukan sampah yang menggunung. Umumnya, ‘gunung sampah’ merupakan lokasi yang mendapat label negatif karena kumuh dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Label ini bertolak belakang dengan pandangan seorang TikTokers (julukan untuk pengguna aplikasi jejaring sosial TikTok) bernama Anay. Ia menjuluki  gunung sampah sebagai bukit surga.

Anay merupakan seorang anak muda yang tinggal di dekat TPST Bantar Gebang, Bekasi. Berbeda dengan kebiasaan anak muda sekarang yang kerap memamerkan kemewahan, ia justru dengan percaya diri membagikan keseharian serta keadaan rumahnya yang hanya berjarak beberapa meter dari tumpukan sampah di dalam konten videonya. Unggahan Anay telah disukai lebih dari 13 juta penonton TikTok.

Rumah Anay sangatlah sederhana. Rumahnya berjenis bangunan semi permanen yang terdiri dari bambu, triplek bekas dan seng. Lantai rumahnya juga hanya beralaskan baliho bekas dengan ruangan yang ditutupi terpal. Tanpa malu, anay menceritakan asal barang-barang di rumahnya, “Ini juga sebagian kita nemu gitu loh di tempat sampah. Bapak aku bawa dari tempat sampah, tapi masih kita pakai. Banyak deh pokoknya sebagian barang-barang disini itu barang-barang mulung juga sih, gak semuanya kita beli,” kata Anay kepada tim liputan DAAI TV.

Konsep kebahagiaan Anay mungkin agak jauh berbeda dari cara berpikir anak-anak muda saat ini. Alih-alih meratapi keadaan, ia memilih untuk ikhlas dengan keadaan, jujur dengan realitas hidup, dan selalu mensyukuri hari-hari bersama keluarga tercinta. “Bahagia menurut aku itu bisa ngumpul sama keluarga, terutama keluarga inti kan, kayak orang tua, adik gitu. Keadaan kita lagi susah gimana pun, keluarga yang gak akan ninggalin kita,” imbuhnya. 

Nilai-nilai hidup tentang bersyukur, ikhlas, juga ditanamkan oleh sang ayah, Imam Suhada kepada anak-anaknya. Sebagai orangtua, Imam senantiasa mendukung kegiatan Anay dalam memberi pengaruh positif kepada orang lain.  “Ya dukungan saya paling saya hanya bisa kasih support dia, saya bilang sama dia, kalau pengen melakukan sesuatu harus ikhlas , harus benar-benar dijalanin. Dan jangan pernah ngeluh karena memang ini udah pilihan dia gitu. Jadi saya hanya bisa mendukung sajalah, apa yang dia lakuin selagi masih positif,” ujar Imam.

Anay mengaku tidak pernah menyangka jika kontennya telah menginspirasi belasan juta pengguna media sosial. Kini, ia juga mendapatkan penawaran iklan atau endorsement dari berbagai produk dalam negeri. Terkadang, ia juga mendapatkan kiriman perabotan rumah dari pengguna TikTok yang peduli terhadap keluarganya. Sebagai konten kreator, ia ingin agar semangat hidupnya bisa terus membawa energi positif kepada generasi muda lainnya.