Kaligrafi Tiongkok

Penyerahan donasi dari celengan Ramadan murid-murid SD Tunas Metropolitan kepada Neneng Latifah, perintis PAUD gratis Al Islah Walfalah. (Foto: DAAI TV Indonesia)

DAAI TV bersama Sekolah Dasar (SD) Tunas Metropolitan menggelar acara DAAI Goes to School, Kamis (16/2). Selain menonton tayangan inspiratif, murid-murid juga berbagi kebaikan kepada sesama.

DAAI TV melalui program Cerita Sahabat mengangkat kisah Neneng Latifah, seorang pendiri PAUD Al Islah Walfalah sekaligus penggagas kelas mengaji gratis untuk anak-anak kurang mampu di kawasan Tambora.

Kisah inspiratif Neneng, kemudian berhasil menginspirasi SD Tunas Metropolitan untuk berbagi kebaikan selama bulan Ramadan lalu.

Setelah itu, pihak SD Tunas Metropolitan mengajak peserta didiknya untuk berempati dan menumbuhkan semangat berbagi.

Cara yang dilakukan, adalah dengan mengajak murid-murid rutin menyisihkan uang ke dalam celengan selama seminggu sebelum kemudian diberikan kepada Neneng.

Setelah seminggu, murid SD Tunas Metropolitan berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp9.607.900. Rencananya, dana ini akan digunakan untuk mendukung sarana dan operasional PAUD milik Neneng, serta dibagikan untuk murid-muridnya yang membutuhkan.

Neneng mengaku, dirinya sangat kagum dengan aksi kebaikan yang dilakukan peserta didik SD Tunas Metropolitan secara kolektif.

“Karena ada DAAI TV, kegiatan kami jadi terekspos. Bangga kepada mereka gitu, masih kecil (tapi sudah) hebat, bisa mempunyai kepedulian terhadap sesama. Mereka semangat sekali mengumpulkan (uang) walaupun kecil koin-koinnya, tapi mereka dengan semangat dengan selama seminggu itu sudah mengumpulkannya,” ujar Neneng dikutip dalam keterangannya, Kamis (27/4).

Di sisi lain, Kepala SD Tunas Metropolitan Shanti Widiawati, S.Pd., Gr., MBA., mengatakan, pihak sekolah menyampaikan kisah Neneng Latifah kepada murid agar mereka bisa menumbuhkan rasa berbagi dan empati.

“Kami sampaikan (kisah Neneng Latifah) ke murid-murid, ‘Ini, lho, ada guru yang berjuang untuk memberikan ilmu secara cuma-cuma. Walaupun untuk kebutuhan dirinya saja masih susah, tetapi beliau masih berusaha untuk menolong orang lain demi memajukan pendidikan di lingkungannya,’” kata Shanti.

Melalui konten inspiratif DAAI TV seperti tayangan Neneng Latifah ini, Public Relation Manager DAAI TV Mika Wulan berharap, DAAI TV dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat, sehingga estafet kebaikan dapat diteruskan.

“Semoga konten positif yang ditayangkan DAAI TV di berbagai platform bisa terus menggerakkan lebih banyak orang untuk menyebarkan kebaikan. Dengan demikian, kebaikan dan hal-hal positif bisa terus bergulir dalam masyarakat kita,” ungkap Mika.

Sebagai informasi, kolaborasi antara DAAI TV dan SD Tunas Metropolitan, berawal saat DAAI TV meliput salah satu murid di sekolah tersebut.

Setelah itu, DAAI TV mengunjungi Sekolah Tunas Metropolitan untuk menggelar acara DAAI Goes to School. Acara ini, menghadirkan Faisal sebagai salah satu narasumber Program Cerita Sahabat DAAI TV.

Faisal adalah seorang anak yang punya banyak mimpi di tengah keterbatasannya. Meskipun tidak memiliki tangan dan satu kaki, tetapi Faisal tidak menyerah mengejar cita-citanya menjadi seorang atlet profesional.

“DAAI TV ini bagusnya mengingatkan tak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Anak-anak juga diingatkan kalau jangan lupa setiap waktu, setiap lafaz kita setiap napas kita, kita harus berbagi untuk sesama,” tambah Shanti.

Selain untuk menginspirasi anak-anak, acara DAAI Goes to School juga dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap pejuang pendidikan perempuan, sekaligus sebagai akhir dari rangkaian kegiatan bina karakter dan Ramadan Week yang diadakan SD Tunas Metropolitan, pada Jumat (14/4) lalu.

“Kegiatan ini kita adakan setiap tahun. Harapannya agar anak-anak bisa menghargai nilai uang. Jadi, bahwa dengan nilai sekecil apapun, (uang) itu bisa bermanfaat bagi orang banyak,” tutup Shanti.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: