Ilustrasi Negeri Anak Indonesia (Foto: Negeri Anak Indonesia)
Negeri Anak Indonesia hadir sebagai wadah dan titik temu masyarakat dari berbagai profesi dan generasi untuk berkarya bersama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pengabdian masyarakat, bagi anak-anak di Indonesia Timur.
Negeri Anak Indonesia awalnya berdiri atas inisiatif tenaga medis yang menyadari masih adanya kesenjangan kondisi pendidikan dan kesehatan bagi anak-anak di Indonesia Timur,
Sejak 2020 lalu sampai saat ini, Negeri Anak Indonesia secara sukarela melayani 189 anak binaan dengan bakat dan talenta yang luar biasa di 7 daerah terpencil.
Besarnya karya dan cinta yang dituangkan oleh Negeri Anak Indonesia, berasal dari gagasan Spesialis Anak dr. Ellen Wijaya, Sp.A., yang kala itu tengah menyelesaikan program Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) di Ruteng, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pertemuan dengan anak-anak di daerah terpencil ini, menyadarkan dr. Ellen bahwa ada banyak potensi tersimpan yang bisa dikembangkan sebagai generasi penerus bangsa.
Setelah itu, dr. Ellen terpanggil untuk membuat buku ilmu kesehatan anak yang mana seluruh keuntungan dari buku tersebut akan didonasikan untuk membantu pendidikan dan kesehatan anak-anak di daerah terpencil.
Di dalam penulisan buku ini, dr. Ellen dibantu oleh sukarelawan yang merasakan keprihatinan serupa, sehingga ide membuat buku berkembang ini menjadi ide membuat karya cinta yang lebih besar, yakni Negeri Anak Indonesia.
Pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu, telah mengawali karya pertama Negeri Anak Indonesia. Di tengah kesulitan anak-anak melanjutkan pendidikan karena penutupan sekolah, disusunlah program Aku dan Guruku.
Ada sejumlah proyektor dan laptop yang dikirimkan ke daerah binaan Negeri Anak Indonesia. Demi mendukung inisiatif ini, para relawan yang berasal dari lintas profesi dan generasi bersatu untuk mengajar secara daring agar anak-anak binaan tidak tertinggal pelajaran meskipun mereka putus sekolah.

Tidak hanya pendidikan, komitmen untuk mewujudkan generasi berkualitas ini juga mencakup sisi kesehatan. Negeri Anak Indonesia juga memfasilitasi anak-anak binaannya untuk menjalani pemeriksaan kesehatan berkala oleh tim dokter umum dan dokter spesialis yang sedang bertugas atau berdomisili di daerah binaan. Anak-anak dengan gizi buruk, kemudian akan menjalani observasi dan perawatan khusus oleh dokter.
Tentunya tidak sedikit tantangan yang harus dihadapi, tetapi cinta kasih dan dukungan dari #SahabatNegeriAnak selalu menjadi penyemangat Negeri Anak Indonesia untuk terus berjuang.
Sampai pada akhirnya, untuk pertama kalinya organisasi nonprofit ini mendapatkan salah satu pencapaian terbesarnya lewat Eduwisata 2022.
Saat itu, anak-anak binaan terpilih dari Kaimana, Papua Barat, dapat datang ke Jakarta untuk pertama kalinya dan merasakan dinamika kehidupan ibu kota. Termasuk menjelajahi berbagai sudut ibu kota, mengeksplorasi banyaknya peluang studi dan karier, menambah wawasan, dan mengubah pola pikir mereka dalam memandang masa depan, menjadikan wisata edukatif ini sebagai momen manis yang akan selalu dikenang.
Semangat mereka di tengah segala keterbatasannya, telah menginspirasi Negeri Anak Indonesia untuk terus berkarya lebih besar.

Sampai untuk pertama kalinya, Negeri Anak Indonesia mempersembahkan PESONA: Cerita dari Timur, yakni sebuah rangkaian acara yang terdiri atas Konser Amal dan Eduwisata.
Pada Bulan Juli mendatang, sebanyak delapan anak terpilih dari Panti Hati Nurani, Sumba Barat Daya, akan datang ke Jakarta untuk menampilkan bakatnya dalam Konser Amal. Pertunjukkan ini dapat ditonton oleh semua jenis usia, serta cocok untuk kegiatan akhir pekan di pengujung libur sekolah.
Bersama dengan talenta dari ibu kota, disutradarai oleh Kevin Jones, dan diiringi oleh TRUST Orchestra, anak-anak ini siap memukau penonton sambil menceritakan tentang perjalanan mereka meraih mimpi meski dengan berbagai tantangan. Seusai konser, mereka dapat menikmati Jakarta dan mengembangkan potensi diri dalam Eduwisata. Adapun informasi lebih lanjut dapat dilihat pada laman www.negerianak.id/pesona.
Tidak hanya itu, Negeri Anak Indonesia juga terbuka bagi setiap hati yang tergerak untuk memajukan pendidikan dan kesehatan anak-anak di Indonesia Timur sebagai relawan, orang tua asuh, atau mitra kerja dengan visi yang serupa.
“Banyak potensi besar tersimpan dari setiap anak. Letak bukanlah penghalang kesempatan, kurangnya fasilitas bukanlah pematah harapan. Bantu kami bersama-sama mengulurkan tangan, untuk anak negeriku,” tutup pihak Negeri Anak Indonesia dikutip dalam keterangannya, Selasa (27/6).

