Kaligrafi Tiongkok

Ashwath Kausik menjadi mengalahkan pemain catur Grandmaster| Foto: (X/Kaushiksriram)

Sahabat DAAI apakah kamu tahu, seorang anak berusia delapan tahun asal Singapura baru-baru ini mencetak sejarah karena berhasil mengalahkan pemain catur yang sudah bergelar juara dunia, lho.

Berbeda dari yang lain,  di saat anak usia delapan tahun masih mengasah kemampuan kognitif, Ashwath Kaushik memiliki bakat dalam bidang catur. 

Tanggal 18 Februari 2024, Ashwath berhasil mengalahkan Jacek Stopa (37), seorang Grandmaster dari Polandia pada putaran ke-4 Burgdorfer Stadthaus Open di Switzerland pada pertandingan catur.

Di dalam permainan catur, seseorang baru bisa dinyatakan sebagai Grandmaster ketika diberikan oleh organisasi catur internasional, yaitu Internasional Chess Federation (FIDE). Gelar Grandmaster merupakan pangkat tertinggi yang bisa dicapai di dalam catur.

“Rasanya sangat menarik dan luar biasa, saya merasa kagum dengan permainan saya dan cara saya bermain. Terutama karena saya sempat lebih buruk pada satu titik, tetapi saya berhasil bangkit,” sebut Ashwath dikutip dari Chess.com, Jumat (23/2/2024).

Sebelum Ashwath, seorang anak Leonid Ivanovic dengan usia 8 tahun 11 bulan 7 hari mencetak sejarah mengalahkan Milko Popschev (59) seorang Grandmaster asal Bulgaria. Namun, Ashwath mencetak rekor yang sama karena Ashwath lebih muda lima bulan dari Leonid.

Oleh karena itu, secara tidak resmi Ashwath menjadi pemain termuda di dunia yang pernah mengalah seorang Grandmaster.

 

Mengenal Ashwath Kaushik

Ashwath lahir di India tahun 2015, tetapi tahun 2017 ia bersama keluarganya pindah ke Singapura.

Kedua orang tua Ashwath mengaku, tidak memiliki riwayat bermain catur sampai saat ini, sehingga mereka merasa sangat bangga melihat anaknya memiliki talenta dalam bidang catur.

Ashwath belajar bermain catur sejak berusia empat tahun. Ia mempelajarinya melalui platform online bernama ChessKid dan menghabiskan waktu lebih dari tujuh jam pada game setiap harinya.

“Dia mengambilnya sendiri, bermain dengan kakek dan neneknya,” ucap ayah Ashwath, Kaushik Sriram. 

Melansir dari People, saat berusia 6 tahun Ashwath sudah memenangkan 3 piagam emas dalam kategori Eastern Asian Youth Championship 2022. Di tahun 2022, ia juga berhasil memenangkan turnamen World Under-8 Rapid Championship.

Kedua orang tua Ashwath berperan penting dalam memberikan dukungan kepadanya. 

“Keluarganya sangat suportif dan tidak memberikan tekanan, anaknya sangat berdedikasi, sekolahnya memperbolehkan fleksibilitas, dan pastinya dia memiliki talenta yang natural,” tutup CEO of the Singapore Chess Federation sekaligus seorang Grandmaster asal Singapura Kevin Goh dikutip dari The Indian Express

Mengutip dari Internasional Chess Federation, saat ini ranking dunia Ashwath dalam bidang catur sudah mencapai 37,338. 

Sebelum mengalahkan seorang Grandmaster, Ashwath sudah memenangi tiga putaran pertama pada Burgdorfer Stadthaus Open di Switzerland. 

Meski masih berusia dini, Ashwath sudah memiliki karier dalam permainan catur. Saat itu, ia sudah menyelesaikan 12 turnamen pada minggu tersebut di Switzerland.

Penulis: Kerin Chang


Simak Video Pilihan di Bawah Ini: