Saringan Sampah TB Simatupang (Foto: detik.com)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai mengoperasikan Saringan Sampah Ciliwung TB Simatupang demi mengantisipasi potensi banjir di wilayah DKI.
Saringan Sampah Ciliwung TB Simatupang, berlokasi di Jl. TB Simatupang RT/RW: 03/05, Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Saringan sampah ini, dibuat untuk mengantisipasi volume sampah yang menumpuk di Pintu Air Manggarai, sebelum masuk ke pusat kota.
Pintu Air Manggarai merupakan bagian dari sistem pengendalian banjir di Kota Jakarta yang mampu menampung banyak debit air limpasan dari hujan di wilayah Bogor dan Depok. Tidak hanya menampung debit air saat hujan, tetapi juga sampah kriiman dari Sungai Ciliwung.
DLH DKI Jakarta menjelaskan, Dari tahun sebelumnya tidak hanya debit air yang besar, tetapi sampah kiriman juga terus berdatangan dari hulu Kali Ciliwung yang selalu menumpuk setiap hari di Pintu Air Manggarai.
Untuk itu, DLH DKI Jakarta memasang Saringan Sampah Sungai Ciliwung di perbatasan kawasan Jalan TB Simatupang untuk mengantisipasi volume sampah yang menumpuk.
“Sampah dari satelit sekitar Jakarta yang terbawa aliran sungai deras tertahan di saringan sampah perbatasan TB Simatupang supaya sampah-sampah tadi tidak sampai ke pusat kota Jakarta hingga ke lautan,” ujar Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto dikutip dalam keterangannya, Jumat (15/12).

Kapasitas Saringan Sampah Sungai Ciliwung
Adapun Saringan Sampah Sungai Ciliwung dapat menampung sampah dengan kapasitas hingga 222 m3/hari, atau hampir mencapai 50 ton/hari.
Saringan ini, memiliki dua unit sekatan yang mengarahkan sampah mengalir menuju aliran kali gendong untuk ditahan di saringan. Saringannya terdiri atas 2 tahapan saringan, saringan tahap 1 menahan sampah besar, sedangkan tahap 2 menahan sampah ukuran kecil.
Asep mengatakan, Saringan Sampah Ciliwung terbukti efektif menahan sampah yang didominasi sampah organik berupa batang pohon, kayu, dan bambu.
Tidak hanya menyaring sampah, tetapi sampah-sampah tersebut juga menjalani beberapa tahapan pengolahan.
Seperti pemilahan dan pencacahan yang nanti hasilnya akan dimanfaatkan kembali menjadi bahan pupuk kompos, mulsa organik, hingga Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Efektivitas Saringan Sampah Ciliwung
Asep memastikan, Saringan Sampah Sungi Ciliwung dan alat berat yang membantu proses penanganan sampah beroperasi prima.
“Tidak hanya menampung debit air saat hujan, tetapi juga sampah kiriman dari hulu Sungai Ciliwung,” kata Asep.
Berkat saringan sampah ini, aliran air di Pintu Air Manggarai kini terlihat lebih lancar dibandingkan musim penghujan tahun-tahun sebelumnya.
Hal ini menunjukkan bahwa saringan sampah Ciliwung TB Simatupang telah berhasil bekerja dengan baik dalam mencegat sampah masuk ke pusat kota Jakarta.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Saringan Sampah Ciliwung berhasil menangani 230 m3 sampah yang berasal dari hulu.
Sampai saat ini, sebanyak kurang lebih 1.300 ton sampah telah diolah di sini, baik itu sampah yang berasal dari badan air maupun sampah organik yang berasal dari Dinas Pertamanan dan Kehutanan Provinsi DKI Jakarta.
Melalui operasional saringan sampah ini, maka persentase penanganan sampah di sumber akan meningkat yang diharapkan memperpanjang masa pelayanan TPST Bantargebang.
“Penanganan sampah masih tetap dan terus dilanjutkan hingga saat ini. Mengingat sampah yang terus berdatangan dikarenakan hujan yang masih turun,” tutup Asep.

