Kaligrafi Tiongkok

Festival Cap Go Meh | Foto: Canva

Sahabat DAAI pernah dengar istilah Cap Go Meh ketika perayaan Imlek? Faktanya, Cap Go Meh sering dianggap sebagai hari kasih sayang (Valentine’s Day) bagi masyarakat Tionghoa. Apa alasannya?

Pada kalender lunar, perayaan tahun baru Imlek akan ditutup dengan perayaan Cap Go Meh. Di dalam bahasa Hokkien, Cap memiliki arti sepuluh, Go memiliki arti lima, dan Meh memiliki arti malam, sehingga Cap Go Meh memiliki arti perayaan malam tanggal 15 (kalender lunar).

Uniknya, selain festival Qixi (hari Valentine Tionghoa), Cap Go Meh juga sering dikenal sebagai hari kasih sayang dan festival lampion.

 

Sejarah Cap Go Meh 

Perayaan Cap Go Meh adalah bentuk penghormatan kepada Dewa Thai Yi yang dianggap sebagai salah satu dewa dengan kedudukan tertinggi.

Beberapa masyarakat Tionghoa lainnya, melambangkan perayaan Cap Go Meh sebagai ucapan syukur kepada Tuhan karena telah memberikan perlindungan pada tahun sebelumnya dan meminta berkat pada tahun selanjutnya.

Mulanya, Cap Go Meh ada sejak Dinasti Han (abad ke-17) yang hanya dirayakan di istana kerajaan secara sakral dan tertutup.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, pada perayaan Cap Go Meh kaisar mewajibkan masyarakat Tionghoa untuk membawa lampion untuk pergi ke luar rumah.

 

Perayaan Cap Go Meh

Mengutip dari Prestigeonline, perayaan Cap Go Meh biasanya akan dirayakan dengan perkumpulan keluarga dan makan bersama. Biasanya dekorasi rumah saat Imlek masih dipajang hingga malam Cap Go Meh. 

Saat malam Cap Go Meh, berbagai tradisi, acara, dan hiburan dirayakan dengan meriah. Perayaan ini akan dibuka dengan melakukan kegiatan berdoa di kelenteng atau vihara.

Kemudian, akan dilanjutkan dengan iringan kenong dan dimeriahkan dengan pertunjukkan lainnya, seperti acara barongsai, liong dance, festival lampion, dan makan-makan bersama.

Cap Go Meh tempat bertemu jodoh | Foto: chinesefortunecalender.com

Dikenal Sebagai Hari Kasih Sayang

Mengutip dari redbus, zaman dahulu perempuan Tionghoa yang belum menikah dilarang untuk pergi ke luar sendirian pada malam hari. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya tindakan kriminalitas.

Para perempuan Tionghoa, hanya boleh keluar rumah pada malam hari saat perayaan Cap Go Meh karena ada festival lampion.

Pada festival lampion, semua orang di setiap desa akan melakukan parade mengelilingi sekitar rumah mereka sambil membawa lampion yang sudah menyala. 

Festival lampion berperan besar dalam hari kasih sayang. Pasalnya, perempuan dan pria Tionghoa akan bersosialisasi dan bertemu dengan lawan jenis di festival lampion untuk mencari cinta sejati.

Perempuan muda mengambil kesempatan ini untuk ikut datang ke kuil dengan menggunakan pakaian terbaik yang mereka miliki. Kemudian, para pria akan berkumpul di sana dengan harapan akan menemukan pasangan hidup mereka.

Jika seorang pria sudah menemukan seseorang yang disukai, mereka akan mencari seseorang yang bersedia untuk membantu menjodohkan dirinya dengan perempuan yang sudah mereka sukai.

Di sisi lain, masyarakat Tionghoa percaya bahwa akan ada dewa Yue Lao (cupid) yang dipercaya akan mengikat tali merah pada pergelangan kaki pria dan wanita dengan harapan akan bertemu kembali di kemudian hari.

Ketika perjodohan sudah berhasil, perempuan muda akan melemparkan jeruk ke dalam laut karena dipercaya akan memberikan mereka jalan untuk mendapatkan pasangan hidup yang baik. 

Para pria biasanya akan menangkap jeruk tersebut dan mengambil kesempatan ini untuk melihat calon istri mereka. Seiring dengan berjalannya waktu, perempuan kini sudah tidak melakukan hal tersebut. 

 

Tradisi Cap Go Meh Saat Ini

Tidak terlalu berbeda dengan perayaan Cap Go Meh dahulu, kini masyarakat tetap melakukan tradisi seperti makan-makan bersama keluarga.

Sebagian perayaan festival lampion sudah tidak dilakukan parade untuk mengelilingi tempat tinggal, tetapi dilakukan untuk mengelilingi vihara atau kelenteng. 

Oleh karena itu, sebagian masyarakat Tionghoa akan datang ke vihara atau ke kelenteng setelah makan keluarga bersama.

Beberapa tradisi seperti barongsai dan liong dance juga tidak dilakukan pada semua tempat, hanya pada tempat-tempat tertentu, seperti pertunjukan di mall, atau festival acara besar Cap Go Meh.


Penulis: Kerin Chang


Simak Video Pilihan di Bawah Ini: