Jennifer Cendana (Foto: Instagram @jennifercendana)
Jennifer Cendana (16) mulai mengenal alat musik sejak usia 7 tahun. Kini, Jennifer menguasai banyak alat musik dan mendulang banyak prestasi membanggakan.
Di usianya yang masih belia, Jennifer sudah menguasai banyak alat musik, seperti piano, kecapi, cello, dan biola.
Ia bahkan banyak dikenal orang karena sering memainkan guzheng, kecapi asal Tionghoa, di berbagai acara.
Berkat kepiawaiannya dalam bermain musik, Jennifer telah meraih beragam penghargaan di beberapa kompetisi, seperti piano competition, konser piano, guzheng competition, chinese competition, dan sebagainya.
“Alat musik favorit saya adalah piano karena saya ingin menjadi pianis terkenal,” ujar Jennifer kepada DAAI TV, Rabu (31/5).
Terbaru, Jennifer berhasil memenangkan juara pertama dalam ajang Chinese Bridge Competition untuk wilayah Jakarta.

Chinese Bridge Competition, adalah kompetisi kemahiran bahasa Mandarin internasional tahunan untuk penutur nonasli bahasa Mandarin.
Kompetisi ini sendiri, telah diakui secara luas sebagai acara bergengsi di bidang pembelajaran bahasa Mandarin.
Awalnya, Jennifer diajak oleh guru mandarinnya untuk mengikuti kompetisi ini karena Jennifer bisa memainkan kecapi yang merupakan budaya khas Cina.
Jennifer juga telah belajar Mandarin sejak kelas K1 di sekolah, sehingga ia bisa mengasah kemampuannya untuk mengikuti kompetisi tersebut.
“Proses untuk bisa juara adalah yakin, percaya diri, rajin belajar, dan latihan,” lanjut Jennifer.
Jennifer melanjutkan, alasannya tertarik bermain musik dan ikut banyak kompetisi adalah karena musik bisa membuat dirinya senang, serta menghibur orang lain yang mendengarkannya. Di sisi lain, lewat musik Jennifer juga bisa menambah prestasi dan membanggakan keluarganya.
Kemahiran Jennifer dalam menguasai alat musik tidak didapatkan secara instan. Jennifer mengaku, setiap break time sekolah dirinya harus pergi ke ruang guru untuk latihan skrip.
Kemudian, Jennifer akan meluangkan waktu selama 15-30 menit untuk berlatih alat musik setiap pagi dan setelah pulang sekolah.
“Untuk belajar alat musik, saya (belajar dari) les piano di Yamaha sejak umur 5 tahun dan les private piano di rumah Miss Yenny Jafar. Pada umur 7 tahun, saya lanjut les kecapi di Tzu Chi Center, lalu sekarang (saya) belajar sendiri di rumah dan cari referensi dari YouTube,” jelas Jennifer.
Meskipun punya banyak pengalaman dalam bermain musik, tetapi Jennifer tetap rutin melakukan latihan sebelum mengikuti lomba.
Biasanya, Jennifer akan berlatih alat musik secara intensif selama satu minggu sebelum mengikuti lomba.
“Kesulitan yang kerap saya hadapi, adalah menghafal skrip yang dibuat. (Kesulitan lainnya adalah) adanya maksimal waktu yang diberikan untuk berbicara dan memainkan alat musik tradisional tersebut,” ungkapnya.
Rencananya, tanggal 15 Juni 2023 Jennifer akan kembali mengikuti Chinese Bridge Competition di tingkat nasional.
Jika berhasil mendapatkan juara 1, 2, atau 3, Jennifer akan terbang ke Cina untuk mengikuti kompetisi di taraf internasional.
Ke depannya, kata Jennifer, ia berencana untuk terus belajar dengan giat. Kemudian, pada 31 Juli 2023 mendatang Jennifer akan melanjutkan studinya sebagai murid di Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) di bidang musik dan piano performance.
“Cita-cita yang ingin saya raih adalah menjadi pianist yang bisa go international,” tutup Jennifer.

