Kaligrafi Tiongkok

Tim Memory Reboot ITS (Foto: its.ac.id)

Tim Memory Reboot dari Departemen Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), membuat sarung tangan ajaib yang bisa membantu pengidap Alzheimer dan tunanetra.

Mahasiswa ITS ini membuat sarung tangan cerdas yang diberi nama Neutrack AI Glove. Inovasi tersebut dimulai oleh tiga mahasiswa yang terinspirasi dari tugas mata kuliah Konsep Kecerdasan Artifisia.

Mereka adalah Firania Putri Harsanti, Pelangi Masita Wati, dan Arundaya Pratama Nurhasan. Di sisi lain, pengalaman pribadi Firania juga menjadi latar belakang pembuatan inovasi tersebut.

“Kebetulan saya punya teman masa kecil yang tunanetra dan bude yang terkena alzheimer,” ujar Firania dikutip dalam situs web ITS, Selasa (27/2).

Bagi penyandang tunanetra, Neutrack AI Glove bagaikan indra penglihatan baru. Sensor dan perintah suara yang tertanam pada alat ini, bisa menangkap informasi visual dan perintah suara di sekitar pengguna.

Kemudian, informasi tersebut akan diolah kecerdasan buatan dan diterjemahkan menjadi suara ‘bip’ untuk menavigasi jalan, serta panduan suara untuk menyebutkan benda.

(Tim Memory Reboot)

 

Efektivitas Alat

Berdasarkan uji coba kepada enam siswa Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) Yayasan Pendidikan Anak Buta di Gebang Putih, Surabaya, Neutrack AI Glove mampu membantu para siswa bernavigasi dan mengenali benda dengan lebih mudah dan aman.

Selain itu, sarung tangan ini juga berpotensi menggantikan tongkat yang dipakai penyandang tunanetra di masa depan.

Sementara itu, bagi penderita Alzheimer, Neutrack AI Glove dapat membantu mereka mengingat orang-orang disekitar dengan cara memindai wajah orang yang ingin dikenali.

Melalui teknologi computer vision, alat ini akan menyimpan identitas seseorang termasuk wajah, nama, hubungan, dan informasi detail lainnya.

Ketika pengguna bertemu dengan orang yang sama di lain waktu, sarung tangan ini akan mencocokkan wajah orang tersebut dengan data yang tersimpan. Jika ada kecocokan, sarung tangan akan memberitahu pengguna melalui suara.

“Pada tahap uji coba, kami masih kesulitan menemukan pengguna yang cocok karena stadium demensia yang berbeda-beda,” tutur Firania.

(Neutrack AI Glove)

 

Meraih Prestasi

Berkat inovasi Neutrack AI Glove, Tim Memory Reboot berhasil meraih juara pertama dalam Hackfest Indonesia 2024. Mereka berhasil mencapai tujuan ajang hackathon ini dengan berinovasi sekaligus menerapkan enam poin Sustainable Development Goals (SDGs).

“Kami telah menerapkan poin SDGs ke-3, 4, 9, 10, 16, dan 17,” sebut Firania.

Usai menjuarai Hackfest Indonesia 2024, saat ini tim Memory Reboot siap unjuk gigi di Google Solution Challenge 2024. Pada ajang ini, mereka kembali mempresentasikan Neutrack AI Glove yang dikembangkan dengan material dari plastik daur ulang.

Firania menegaskan, pengembangan ini sejalan dengan poin SDGs ke-7 dan ke-13, yaitu mendorong energi bersih terbarukan yang terjangkau, serta mengatasi perubahan iklim.

Keberhasilan Neutrack AI Glove adalah contoh nyata bagaimana teknologi dapat membantu meningkatkan kualitas hidup manusia. Inovasi ini menandakan masa depan yang lebih cerah bagi tunanetra dan Alzheimer yang mana mereka dapat hidup dengan lebih mandiri dan aktif dalam masyarakat.

“Kami akan terus mengembangkan alat ini agar memiliki fitur yang lebih lengkap untuk membantu aktivitas sehari-hari,” tutup Firania.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: