Kaligrafi Tiongkok

Tim IDE dari Institut Teknologi Bandung (Foto: situs web ITB)

Tim IDE dari Institut Teknologi Bandung (ITB) membuat aplikasi BERSUARA, untuk memulihkan korban perundungan lewat pendekatan dari psikiater.

Mahasiswa ITB menorehkan prestasi dalam acara “Ideathon Inovasi Sosial 2023: Muda Urun Ide untuk Kota Bandung” yang diselenggarakan oleh World Resources Institute (WRI) Indonesia.

Tim ini terdiri atas tiga mahasiswa ITB dengan jurusan yang berbeda, yaitu Deftendy Virgiatman dari jurusan Teknik Fisika, Eli Sulistyowati dari jurusan Manajemen, dan Indira Akmalia Hendri dari jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota.

Mereka berhasil meraih gelar juara pertama, dalam Proyek Safe and Sound Cities (S2Cities) yang merupakan tema besar dalam acara Ideathon.

Deftendy Virgiatman menjelaskan, tim mereka mempresentasikan inovasi berupa aplikasi BERSUARA. Aplikasi ini, akan terintegrasi untuk memulihkan korban perundungan (bully) melalui pendekatan oleh Judith Herman yang merupakan seorang psikiater sekaligus peneliti.

“Pendekatan ini menjelaskan bahwa terdapat beberapa tahapan dalam model penerimaan dari trauma yang dialami oleh korban perundungan, yaitu tahap security, reconciliation, reconsolidation, dan transformation,” ujar Deftendy dikutip dalam keterangannya, Jumat (14/7).

Aplikasi BERSUARA memiliki tiga fitur utama, yaitu report, feedback, dan community. Pada tahap security, aplikasi ini menciptakan keamanan bagi korban untuk menyampaikan pengalaman mereka melalui fitur Report.

Nantinya, laporan yang masuk akan langsung ditangani oleh Pusat Pembinaan dan Pemberdayaan Anak (P3A) dan Bimbingan Konseling (BK) sekolah.

Pada tahap rekonsiliasi, korban diharapkan dapat memahami dan menerima kejadian yang terjadi melalui fitur Feedback.

Fitur ini memungkinkan korban untuk melakukan konseling dengan para pakar yang terintegrasi dengan P3A, guru BK, dan konselor sebaya.

Selanjutnya, pada tahap rekonsolidasi, korban dapat memulai kembali kehidupan mereka setelah mengalami trauma.

Hal ini diimplementasikan melalui fitur community yang memungkinkan para korban untuk saling mendukung satu sama lain.

Fitur ini bekerja sama dengan Forum OSIS Kota Bandung (FOTBAN), Forum Komunikasi Anak Kota Bandung (FOKAB), dan akademi perlindungan anak.

Pada tahap terakhir, yaitu tahap transformasi, hasil pemulihan trauma korban akan tetap dijangkau melalui komunitas, sebagai bukti bahwa setiap korban perundungan dapat pulih kembali. Fitur ini juga bekerja sama dengan FOTBAN dan FOKAB.

Selain aplikasi BERSUARA, tim IDE juga mengusulkan ide solusi berupa kampanye media sosial untuk membagikan pengalaman korban yang telah melewati keempat tahapan tersebut.

“Harapannya, kampanye ini dapat menjadi inspirasi bagi korban perundungan lainnya,” tutup Deftendy.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: