Penulis : Akbar Fauzi
Editor : Grace Kolin
Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak di kawasan ring of fire, sehingga tidak heran jika negara ini memiliki banyak gunung api dan rawan terkena gempa. Meski demikian, sejak zaman dahulu nenek moyang bangsa Indonesia telah belajar mengantisipasi gempa lewat teknologi bangunan tahan gempa yang diterapkan dalam rumah adat.
Rumah adat merupakan sebuah rumah yang memiliki ciri khas tertentu berdasarkan kebudayaan dan tradisi di suatu daerah. Umumnya rumah adat terbuat dari kayu, karena pada masa itu tidak ada semen maupun perekat lainnya. Kayu sendiri dipercaya mampu menahan guncangan karena bentuknya yang sangat elastis. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini beberapa rumah adat tahan gempa warisan nenek moyang Indonesia:
1. Rumah Adat Woloan
Rumah adat Woloan berasal dari Tomohon, Sulawesi Utara. Rumah adat Woloan dibangun menggunakan kayu besi dan kayu cempaka, bentuknya menyerupai rumah panggung dengan terdiri dari satu lantai. Rumah ini sangat kokoh dan tahan dari bencana gempa. Rumah panggung yang satu ini unik, karena bisa dibongkar pasang sehingga memudahkan ketika ingin dipindahkan dari satu kota ke kota lain.
2. Rumah Gadang
Rumah Gadang memiliki bentuk segi empat tidak simetris karena dipengaruhi oleh bentang alam wilayah Minangkabau. Rumah adat ini bertopang pada tiang kayu yang bertumpu di atas batu datar yang kuat dan lebar, sehingga menjadikannya tahan terhadap gempa. Tak hanya itu, desain atap yang menyerupai tanduk runcing pada Rumah Gadang juga berfungsi untuk menahan curah hujan.
3. Rumah Kaki Seribu
Rumah Kaki Seribu adalah rumah adat asli dari penduduk Suku Arfak yang menetap di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Rumah adat ini memiliki dua pintu di depan dan di belakang serta tidak memiliki jendela. Dijuluki kaki seribu karena rumah adat ini menggunakan banyak tiang penyangga di bawahnnya, yang membuatnya mirip dengan hewan kaki seribu. Desain rumah adat ini juga tahan terhadap gempa, mengingat seluruh kontruksinya menggunakan kayu.
4. Rumoh Aceh
Sesuai dengan namanya rumah adat ini berasal dari Aceh dengan bentuk panggung, berbahan dasar kayu dan beratapkan rumbia yang terbuat dari kayu pilihan sehingga bisa awet hingga ratusan tahun. Bangunan ini punya konstruksi yang elastis karena pasaknya membentuk rigid (kotak tiga dimensional yang utuh) di antara tiang dan rantai. Dengan konstruksinya yang elastis dan saling mengunci tersebut, bangunan ini jadi kokoh dan tahan terhadap getaran dan goyangan.
5. Omo Sebua
Omo Sebua merupakan rumah adat Nias yang cukup populer akan keindahan bangunannya. Rumah adat ini dibangun di atas tiang-tiang kayu nimbung yang tinggi besar dan beralaskan rumbia. Sambungan antar tiangnya juga menggunakan pasak. Hal inilah membuat Omo Sabua menjadi rumah adat yang tahan gempa.
6. Rumah Tua Bali Utara
Rumah Tua Bali Utara ini tahan gempa karena kontruksinya yang terbuat dari kayu dan sambungannya fleksibel bergerak saat gempa terjadi. Kontruksi saka atau tiang dan lambang serta sineb sebagai balok pada bangunan memiliki fungsi melindungi penghuninya dari reruntuhan bangunan akibat gempa.
7. Rumah Lahetik
Rumah tradisional yang berasal dari Kerinci, Riau ini biasa dikenal dengan nama umoh lahetik dan umoh panja. Rumah adat ini tersusun dari kayu-kayu yang saling disatukan dengan pasak. Tak hanya itu, antar bagian tiangnya juga disatukan dengan ikatan tambang yang terbuat dari ijuk. Itu sebabnya, rumah adat ini tahan terhadap gempa.
8. Rumah Joglo
Di deretan rumah adat tahan gempa terakhir, ada Rumah Joglo khas Jawa. Rumah Joglo dibangun menggunakan kayu jati. Ciri khas rumah ini ada di atapnya yang berbentuk tajug atau semacam piramida yang mengerucut. Struktur rumah adat yang berbahan kayu ini lentur terhadap guncangan.
Nah, itulah beberapa deretan rumah adat tahan gempa yang ada di Indonesia. Apakah Anda berminat untuk membuat bangunan atau hunian yang mengadaptasi konsep dari salah satu rumah adat yang disebutkan di atas?

