Kaligrafi Tiongkok

Uu Ruzhanul bersama Aria yang rela putus sekolah demi bantu keluarga (Foto: Humas Pemprov Jabar)

Aria Naizar Syaputra (12) menjadi sorotan karena berjualan tahu bulat keliling dengan berjalan kaki berkilo-kilo hingga memutuskan berhenti sekolah demi membiayai keluarganya. 

Kisah Aria berhasil menyentuh banyak orang berkat perjuangannya untuk membiayai keluarganya dengan berjualan tahu bulat.

Mengutip dari situs Humas Jawa Barat, hal ini dilatarbelakangi dari ayah Aria yang pergi meninggalkan keluarga setelah sang ibu, Susan, mengalami gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah seminggu dua kali.

Di sisi lain, adik perempuan Aria yang masih bersekolah di kelas 3 SD juga membutuhkan banyak biaya. 

Semenjak Susan rutin cuci darah, Aria pun mulai berjualan tahu bulat keliling yang produknya ia ambil langsung dari produsen.

Saat berjualan, rute yang biasa dilalui Aria adalah Puskesmas Cihaurbeuti di Kabupaten Ciamis, Puskesmas Jamanis, Puskesmas Panembong, dan dilanjutkan hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soekardjo di Kota Tasikmalaya. 

Melalui upaya ini, Aria bisa mendapatkan penghasilan kotor kurang lebih Rp100 ribu per hari.

Aria pun bersikukuh untuk tetap berjualan demi memenuhi kebutuhan keluarga, sekolah adik perempuannya, serta obat-obatan ibunya yang tidak ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Setelah mengetahui kisah Aria, Plh. Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyambangi kediaman Aria di Kampung Mekarsari, Desa Manggungjaya, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, pada Selasa (25/7). 

Uu berniat untuk memberikan bantuan, sekaligus memastikan bahwa Aria telah kembali bersekolah. 

“Hal ini sebagai bentuk responsif pemerintah datang kepada masyarakat yang memang butuh perhatian,” ujar Uu dalam keterangannya, dikutip Rabu (2/8). 

Setelah kunjungan ini, Aria pun berhasil dibujuk oleh pihak kecamatan dan desa setempat agar mau bersekolah lagi di kelas 6 SD. 

“Aria diinformasikan sementara waktu tidak sekolah, padahal usia sekolah karena ia menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Emaknya sakit, ia juga punya adik dan emaknya harus berobat. Dia mungkin berpikir bagaimana caranya bangkit untuk mencari uang karena berobat butuh uang, hingga dia memutuskan berhenti sekolah,” tuturnya. 

Uu pun mengaku terenyuh melihat dedikasi dan perjuangan Aria untuk keluarganya. Aria berangkat berjualan dari pagi berkeliling menyusuri jalan berkilo-kilo. 

“Pak Camat, Pak Kades, sudah membujuk (untuk melanjutkan sekolah) dan sekarang Aria sudah sekolah lagi di kelas enam. Dia ingin jadi tentara, itu (cita-cita) bagus,” ucap Uu. 

Uu juga menyebut, pemerintah di berbagai tingkatan telah memberikan bantuan kepada keluarga ini, termasuk dari Pemdaprov Jabar. 

Kementerian Sosial RI, Pemda Kabupaten Tasikmalaya, hingga kecamatan dan desa pun telah menyalurkan program dan bantuannya untuk keluarga Aria. 

“Mudah-mudahan Aria tidak terganggu lagi sekolahnya karena kebutuhan keluarga. Mudah- mudahan ini semua memudahkan Aria untuk dapat terus belajar dan sekolah, serta ekonominya terbantu,” tutup Uu.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: