Planetarium UIN Walisongo (Foto: walisongo.ac.id)
Planetarium UIN Walisongo, Semarang, Jawa Tengah, tercatat sebagai planetarium terbesar di Indonesia, bahkan se-Asia Tenggara.
Berdasarkan data WorldWide Planetarium, planetarium tersebut merupakan planetarium universitas terbesar ketiga di dunia.
Planetarium ini memiliki diameter mencapai 18 meter, sedikit lebih kecil dari planetarium terbesar yang memiliki diameter sekitar 20 meter.
Lokasi planetarium sendiri berada di Kampus 3 UIN Walisongo, tepatnya di Jalan Profesor Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Pembangunan planetarium ini dilakukan pada 2019 dan mendapatkan dukungan dari Islamic Development Bank.
Pihak UIN menyatakan, pembangunan planetarium ini sempat terkendala akibat Covid-19. Barulah pada tahun 2021 planetarium tersebut selesai dan diserahkan ke UIN.
Setelah penyerahan tersebut, planetarium kemudian dikelola oleh UIN Walisongo dan dibuka untuk umum, sehingga tidak hanya mahasiswa atau dosen di Walisongo saja yang bisa masuk ke planetarium ini.

Layanan Planetarium
Planetarium UIN Walisongo menawarkan berbagai layanan kepada publik, termasuk wisata religi dalam bentuk edu-astronomi.
Mencakup pemutaran film dokumenter berfokus pada astronomi, serta simulasi yang menjelaskan fenomena alam dengan memberikan pengalaman langsung di dalam ruang planetarium.
Gedung planetarium UIN Walisongo memiliki fungsi ganda sebagai observatorium dan planetarium. Selain untuk penelitian, planetarium tersebut digunakan untuk wisata edukasi di Jawa Tengah.
Planetarium UIN Walisongo telah digunakan sebagai tempat untuk acara-acara penting di tanah air, seperti tujuan delegasi H20 dan Rukyatul Hilal 2022.
Fasilitas Planetarium
Melansir dari detik.com, planetarium UIN Walisongo dibangun dengan empat lantai. Lantai pertama dirancang sebagai museum dan galeri untuk menampilkan koleksi benda astronomi.
Lantai kedua adalah sebagai kantor administrasi, sedangkan lantai tiga merupakan lokasi planetarium. Terakhir, lantai empat terdapat ruang terbuka yang berfungsi sebagai observatorium.
Di dalam planetarium, juga terdapat fasilitas berupa penampilan video-video mengenai benda langit di ruang show planetarium.
Memiliki kapasitas penonton sebanyak 190 orang dengan susunan kursi yang elegan dan melingkar, penonton dapat menikmati pandangan ke layar kubah yang terletak di bagian atas. Di satu sisi, terdapat meja operator yang digunakan untuk memutar simulasi video.
Melalui planetarium ini, masyarakat dapat menyaksikan simulasi rukyatul hilal dengan gambar yang sangat jelas, bahkan dapat dinikmati tanpa perlu kacamata khusus. Beberapa cuplikan dari film dokumenter tentang ruang angkasa juga ditampilkan.
Planetarium ini dilengkapi dengan tiga teropong, yakni teropong besar yang dipakai untuk melihat objek kedalaman langit (deep sky object), teropong hilal, dan teropong matahari.

