Ilustrasi pneumonia pada anak (Foto: KatarzynaBialasiewicz via Getty Images Pro)
Beberapa wilayah di Tiongkok saat ini tengah bergulat dengan lonjakan kasus pneumonia misterius yang banyak menyerang anak-anak.
Pneumonia adalah peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi. Beberapa gejala pneumonia, adalah batuk berdahak, demam, dan sesak napas.
Mengutip dari Indian Express, Komisi Kesehatan Nasional China pertama kali melaporkan kasus ini, pada Senin (13/11).
Kemudian, pada Minggu (18/11), Program for Monitoring Emerging Diseases (ProMED) melaporkan sekelompok pneumonia yang tidak terdiagnosis menjangkiti anak-anak di China bagian utara.
ProMED adalah sistem pengawasan yang melakukan pelaporan global tentang wabah penyakit menular. Berdasarkan laporan ProMED sebagaimana diberitakan oleh Al Jazeera, infeksi tersebut telah menyebar di Beijing dan Kota Liaoning di timur laut China yang berjarak 800 kilometer.
Salah satu rumah sakit besar di Beijing telah melaporkan, setiap harinya rata-rata mereka menerima sekitar 1.200 pasien yang dilarikan ke unit gawat darurat (UGD).
Siapa yang Rentan Terinfeksi?
Berdasarkan data dari rumah sakit, diketahui bahwa mayoritas pasien yang mengidap pneumonia misterius ini adalah anak-anak. Selain itu, orang tua dan wanita hamil juga tetap tergolong rentan terkena pneumonia ini.
Sekolah-sekolah di Beijing juga melaporkan adanya peningkatan tingkat absensi murid, bahkan ada pula sekolah yang meliburkan seluruh kelas setidaknya selama seminggu jika ada siswa yang sakit.
Beberapa ahli telah mencatat, tingginya kasus pada anak-anak sebenarnya merupakan hal yang positif yang mengindikasikan bahwa orang yang lebih tua memiliki kekebalan terhadap patogen yang merajalela.
Hal ini kemungkinan besar berarti bahwa vaksin yang ada saat ini dapat membantu melindungi mereka dari penyakit.
Apa Penyebabnya?
Pada tanggal 22 November 2023, organisasi kesehatan dunia (WHO) mengajukan permintaan resmi kepada pemerintah Tiongkok untuk memberikan informasi epidemiologi, klinis, hasil laboratorium dari kasus-kasus yang dilaporkan, serta data terbaru dari kasus pneumonia ini.
Pada tanggal 23 November, WHO mengadakan telekonferensi dengan otoritas kesehatan Tiongkok dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok dan Rumah Sakit Anak Beijing
Berdasarkan data yang diberikan, terlihat adanya peningkatan konsultasi rawat jalan dan penerimaan pasien rawat inap anak-anak akibat bakteri Mycoplasma pneumoniae sejak Mei.
Di sisi lain, peningkatan kasus pneumonia akibat respiratory syncytial virus (RSV), adenovirus, dan virus influenza terjadi sejak Oktober.
Pihak berwenang Tiongkok menyatakan, belum ada deteksi patogen yang tidak biasa/baru ataupun presentasi klinis yang tidak biasa dari kasus yang ada.
Mereka juga menyatakan, peningkatan penyakit pneumonia terjadi akibat beberapa patogen yang sebelumnya sudah terdeteksi. Peningkatan penyakit ini juga tidak mengakibatkan beban pasien melebihi kapasitas rumah sakit.
Kenapa Muncul Saat Ini?
Pihak berwenang Tiongkok, dan banyak ahli kesehatan di tempat lain, telah mengaitkan wabah ini dengan pencabutan pembatasan Covid-19. Kondisi ini, dinilai mirip dengan “gelombang keluar dari karantina wilayah” yang terjadi di negara lain.
Selain itu, datangnya musim dingin juga dinilai menjadi salah satu penyebab penyakit ini. Pihak berwenang Tiongkok mengatakan, suhu akan semakin menurun akhir pekan ini dan seterusnya.
Pencegahan Pneumonia Misterius
WHO merekomendasikan agar masyarakat di Tiongkok mengikuti langkah-langkah untuk mengurangi risiko penyakit pneumonia.
Di antaranya dengan menerima vaksin untuk melawan influenza, Covid-19, dan patogen pernapasan lainnya yang sesuai.
Kemudian, menjaga jarak dengan orang yang sedang sakit, tetap tinggal di rumah saat sakit, menjalani tes dan perawatan medis sesuai kebutuhan, memakai masker sesuai kebutuhan, memastikan ventilasi rumah dalam keadaan baik; dan mencuci tangan secara teratur.
WHO tidak merekomendasikan pencegahan khusus untuk wisatawan yang berkunjung ke Tiongkok.
Meski demikian, hindari perjalanan saat mengalami gejala yang mengarah ke penyakit pernapasan. Jika memungkinkan; jika terjadi gejala selama atau setelah perjalanan, wisatawan dianjurkan untuk mencari pertolongan medis.

