Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi Hoof Fungus (Foto: Rini Kools via Getty Images)

Tinder bracket fungus/hoof fungus/horse’s hoof (Fomes fomentarius) dinilai bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan plastik di masa depan, serta dipakai pada perangkat elektronik, kendaraan, dan peralatan olahraga..

Sahabat DAAI sudah kenal denga hoof fungus? Jamur yang dinilai bisa digunakan sebagai bahan ramah lingkungan pengganti plastik.

Mengutip dari The Verge, jamur ini kemungkinan bisa diolah untuk membuat headphone, memory foam untuk sepatu, bahkan rangka luar pesawat terbang.

Para peneliti menilai, kemungkinan rekayasa menggunakan satu jamur ini bisa memberikan hasil yang sangat mengesankan. Mereka bahkan menemukan, jamur ini mungkin dapat menggantikan bahan plastik untuk beragam kebutuhan.

Tentunya, menggunakan jamur ini sebagai pengganti plastik dapat mengurangi tumpukan sampah yang dibuat manusia. Apalagi, plastik yang terbuat dari bahan bakar fosil sebenarnya sangat sulit untuk didaur ulang, serta biasanya berakhir di tempat pembuangan sampah dan saluran air.

Baca Juga: Jamur Tudung Pengantin, Jamur Cantik yang Suka Pakai ‘Rok’

Di sisi lain, jika bahan plastik dibuat menggunakan jamur, maka bahan ini bisa mudah terurai secara alami. Selain itu, tidak menutup kemungkinan kalau plastik berbahan jamur dapat didaur ulang dan digunakan kembali untuk membuat lebih banyak barang yang sama.

Belakangan ini, hoof fungus menjadi salah satu fokus penelitian baru yang diterbitkan di jurnal Science Advances.

Berdasarkan penelitian tersebut, diketahui bahwa hoof fungus punya kemampuan luar biasa untuk menghasilkan berbagai bahan dengan sifat yang berbeda, mulai dari lunak dan mirip spons hingga keras dan berkayu.

Melalui penelitian mendetail terkait struktur jamur, para peneliti berharap dapat membuka jalan untuk menjadikan jamur ini sebagai bahan baku bangunan yang lebih berkelanjutan.

Ilmuwan senior di Pusat Penelitian Teknis VTT Finlandia Pezhman Mohammadi menjelaskan, dirinya sangat kagum dengan struktur jamur ini.

“Ketika sesuatu yang indah mulai terbentuk, alam tidak membentuknya hanya dengan keindahan, tetapi tumbuhan itu pasti ada fungsinya,” ujar Mohammadi dikutip dalam keterangannya, Senin (8/5).

Baca Juga: Kenalan dengan Truffle, Jamur Mewah Punya Banyak Manfaat

Di alam liar, hoof fungus mungkin terlihat seperti kuku kuda yang tumbuh dari batang pohon. Namun, siapa sangka kalau jamur ini telah digunakan selama ribuan tahun sebagai rabuk untuk menyalakan api. Tidak heran jika jamur ini juga mendapat julukan jamur kuku dan jamur tinder.

Jika diteliti lebih dalam, kata Mohammadi, jamur ini memiliki tiga lapisan dengan sifat berbeda yang masing-masing dapat digunakan dengan cara yang berbeda pula.

Pada bagian luar, ada kerak yang sangat keras dan dapat digunakan untuk membuat lapisan tahan banting untuk kaca depan mobil.

Kemudian, ada lapisan tengah yang lembut dan bisa meniru kulit. Selanjutnya, ada lapisan dalam ketiga yang mirip dengan kayu.

Tidak sembarangan, tim peneliti menggunakan teknik pencitraan canggih dan uji kekuatan mekanik untuk mempelajari setiap lapisan jamur ini dan menilai potensi penggunaannya.

Meski demikian, masih diperlukan lebih banyak penelitian dan uji coba lebih lanjut sebelum jamur ini bisa dikembangkan untuk menggantikan plastik.

Apalagi, peneliti tidak dapat memanennya sembarangan dari hutan karena berpotensi merusak ekosistem.

Untuk itu, perlu lebih banyak penelitian untuk memastikan bahan yang dihasilkan memiliki keseimbangan yang tepat, bisa terurai secara alami, dan cukup tahan lama saat digunakan oleh konsumen.

Mohammadi berharap, produk plastik berbahan dasar jamur yang ramah lingkungan bisa segera terwujud agar bisa mengurangi limbah plastik.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: