Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi foto renovasi sekolah MI Nurul Islam (Foto: YouTube DAAI Magazine)

Sebagai bentuk kepedulian dalam bidang pendidikan, Yayasan Buddha Tzu Chi akan merenovasi bangunan sekolah Madrasah Ibtidaiah (MI) Nurul Islam, Kelurahan Kamal, Jakarta Utara.

Yayasan Buddha Tzu Chi akan melakukan renovasi terhadap MI Nurul Islam agar lebih layak, aman, dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

Adapun peletakan batu pertama pembangunan MI ini, sudah dilakukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi pada Rabu (28/3) lalu.

Diketahui, kapasitas siswa MI Nurul Islam semakin banyak, tetapi tidak berimbang dengan jumlah kelas dan luasnya yang sudah tidak mencukupi lagi.

Bangunan sekolah juga mengalami banyak kerusakan, seperti kusen dan pintu sekolah yang lapuk digerogoti rayap, hingga atap bangunannya yang sudah tampak keropos dimakan usia.

Selain itu, usia bangunan yang sudah lanjut dinilai tidak lagi memberikan keamanan ketika proses belajar mengajar.

Nantinya, ruang kelas yang sempit juga akan diperbaiki dan diperluas, sehingga bisa menampung para siswa yang satu kelasnya bisa diisi oleh 40 hingga 46 orang siswa.

PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono turut hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan sekolah tersebut, didampingi oleh ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Liu Su Mei dan Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Sugianto Kusuma.

Di dalam sambutannya, Heru mengapresiasi langkah Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang peduli pada masyarakat melalui berbagai misinya, baik dalam misi pendidikan, misi amal, misi kesehatan, maupun misi budaya humanis.

“Saya berterima kasih kepada rekan-rekan dari Yayasan Buddha Tzu Chi, relawan, dan tentunya tokoh masyarakat hari ini kita melihat lokasi, sekaligus memberikan bantuan bedah rumah, serta melakukan rehabilitasi terhadap musala dan madrasah. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada para donatur Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan donatur lainnya yang telah membantu melakukan revitalisasi di Kamal Muara,” ujar Heru dikutip dalam video YouTube DAAI Magazine, Jumat (31/3).

Di sisi lain, Kepala MI Nurul Islam Kamal Muara Ahmad Nur Adnan juga bersyukur atas bantuan donasi yang diberikan, sehingga MI Nurul Islam bisa terlihat lebih indah.

“Murid kelas 6 yang berjumlah 42 orang, terkadang kita tampung dalam satu kelas dengan kondisi lebar dan luasnya 6×5 m2. Itu suasananya sudah nggak nyaman, sumpek, dan lumayan panas kalau mataharinya lagi terik. Tapi Alhamdulillah mereka betah, minat masyarakat untuk sekolah atau menyekolahkan anak di MI itu setiap tahun tidak berkurang,” kata Ahmad.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Bedah Kampung Kamal Muara Teksan Luis mengatakan, MI Nurul Islam nantinya akan dibangun dua lantai cor.

Untuk lantai ketiga, kata Teksan, bisa digunakan untuk tempat upacara atau tempat bermain anak.

“(MI Nurul Islam yang dibangun akan) terdiri atas sekitar 9 kelas dan juga ada ruang komputernya, sehingga anak-anak di sini lebih nyaman sekolahnya dan bisa mendapatkan pelajaran yang penuh. Jadi kalau misalnya 5 jam pelajaran, mereka mendapatkan 5 jam pelajaran penuh tanpa perlu pindah-pindah kelas,” tutup Teksan.

Setelah melakukan peletakan batu pertama, pengurus Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia beserta PJ Gubernur DKI Jakarta dan para relawan, juga hadir dalam acara penyerahan kunci secara simbolis terhadap bantuan bedah rumah warga.

Mereka juga mengunjungi kegiatan pembagian 2.100 paket bantuan Lebaran, bagi warga RW 01 dan RW 04 Kelurahan Kamal Muara, Jakarta Utara, yang dilakukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: