Ilustrasi hidup sehat (Foto: Dean Drobot via Canva)
Seiring bertambahnya usia, menjaga kesehatan agar tetap bugar tentu sangat penting untuk dilakukan. Ini karena, tubuh yang mengalami penuaan lebih rentan terserang penyakit.
Saat memasuki usia 60 tahun ke atas, kondisi tubuh akan melemah dan membuatnya mudah terserang penyakit.
Untuk itu, Sahabat DAAI disarankan untuk melakukan penyesuaian gaya hidup agar kesehatan sebagai lansia tetap terjaga.
Penyesuaian gaya hidup yang tepat, juga bisa membantu Sahabat DAAI mencegah berbagai penyakit serius, termasuk diabetes, penyakit jantung, hingga kanker.
Spesialias Penyakit Dalam dr. Rensa, Sp.PD-KGer menjelaskan, berikut adalah beberapa cara menerapkan pola hidup sehat yang bisa dilakukan lansia.
1. Tetap Aktif Bergerak
Meskipun usia bertambah, tetapi lansia tetap harus aktif bergerak dengan melakukan aktivitas fisik sesuai dengan kemampuannya.
“Tentu kapasitas fisik lansia satu dengan yang lainnya akan berbeda. Walaupun misalnya lansia tersebut ada keterbatasan berjalan, tetapi dia tetap bisa menjalankan beberapa aktivitas menggunakan anggota gerak atas,” ujar dr. Rensa dikutip dalam YouTube DAAI TV, Senin (29/5).
Hal tersebut, salah satunya dilakukan untuk mencegah tirah baring (bed rest) terlalu lama yang bisa berujung pada imobilisasi. Selain itu, memperbanyak aktivitas fisik juga perlu dilakukan untuk memastikan metabolisme tubuh tetap aktif, sehingga tidak mudah bosan.
2. Lakukan Diet Sehat
Diet sehat pada lansia, dilakukan dengan menghitung kebutuhan kalori yang sesuai dengan berat dan tinggi badan. Selain perhitungan khusus, lansia juga perlu memperhatikan asupan protein sehari-hari.
“Hal yang sering terlupakan, adalah mungkin karena lansia itu ada banyak penyakit penyerta, seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan sebagainya, sehingga semua asupan serba dikurangi. Namun, kalau semua asupan dikurangi takutnya mereka berisiko untuk malnutrisi,” kata dr. Rensa.
Untuk itu, sebelum menentukan asupan sehari-hari pada lansia. Ada baiknya keluarga melakukan konsultasi terlebih dahulu agar bisa mengetahui dengan pasti berapa asupan harian yang dibutuhkan.
3. Istirahat Cukup dan Berkualitas
Untuk menjaga kebugaran, dr. Rensa menyarankan agar lansia menerapkan pola tidur yang cukup selama 6-7 jam per hari.
Perhatikan juga beragam kebiasaan sebelum tidur yang mungkin bisa mempengaruhi kualitas tidur, serta memicu beberapa hormon di tubuh.
“Pada malam hari, tubuh bisa mengaktifkan hormon pertumbuhan, hingga hormon yang penting untuk memperbaiki sel-sel yang rusak. Kalau sampai lansia tersebut kekurangan kualitas dan kuantitas tidur, pasti imunitasnya juga akan menurun,” jelas dr. Rensa.
4. Menjaga Kesehatan Kognitif
Sangat penting bagi lansia untuk menjaga kesehatan kognitif. Ini karena, seiring dengan bertambahnya usia, tidak bisa dimungkiri ada penurunan fungsi kognitif tubuh.
Salah satu yang paling sering dirasakan perubahannya, adalah kemampuan daya ingat. Jika lansia sering diberikan stimulus kognitif dengan berbagai upaya, nantinya kinerja otak juga bisa semakin maksimal.
“Jangan lupa bahwa olahraga atau aktivitas fisik juga berpengaruh pada kemampuan komunikasi dan interaksi seseorang. Jadi, jangan hanya meminta lansia untuk membaca buku atau bermain game tertentu. Maksimalkan juga interaksi sosial dengan keluarga atau orang-orang terdekat yang juga akan mempengaruhi fungsi kognitifnya,” lanjut dr. Rensa.
5. Rutin Cek Kondisi Kesehatan
Salah satu hal penting yang tidak boleh dilupakan, adalah rutin mengecek kondisi kesehatan. Apabila lansia menderita beberapa penyakit tertentu yang punya waktu pemeriksaan berkala lebih singkat, seperti diabetes atau kolesterol tinggi, maka harus melakukan pemeriksaan rutin 1-3 bulan sekali.
Jika lansia tidak menderita penyakittertentu, rutinkan pemeriksaan kesehatan berkala sekitar 6 bulan sekali.
“Kalau sudah rutin melakukan pemeriksaan 6 bulan sekali, selama 1-2 tahun berturut-turut hasilnya normal atau baik, mungkin pemeriksaannya bisa dibuat 1-2 tahun sekali. Jadi ada beberapa pertimbangan terkait dengan perubahan, atau kondisi lansia yang mengalami sakit atau sehat,” tutup dr. Rensa.

