Diana Rikasari dan Upcycled Fashionnya.

Sumber Gambar : Canva Pro

Penulis : Grace Kolin

Biasanya, koleksi baju bekas jika tidak menumpuk di lemari, kemungkinan besar akan berakhir di gudang, thrift store, atau bahkan di TPA. Berbagai faktor seperti sang pemilik yang sudah bosan, ukuran baju yang tidak lagi pas, komponen baju yang hilang atau rusak hingga model baju yang dinilai sudah ketinggalan zaman biasanya melandasi timbulnya baju-baju bekas. Namun dengan memadukan kreativitas dan konsep daur ulang, keberadaan baju-baju bekas yang tadinya tidak bernilai, dapat ‘terlahir’ kembali menjadi baju baru yang lebih menarik.

Inilah upaya yang dilakukan Diana Rikasari, desainer fesyen asal Indonesia yang memiliki ketertarikan terhadap upcycling fashion. Perempuan yang kini menetap di Swiss bersama keluarganya ini memutuskan untuk mulai melakukan upcycling sejak pandemi melanda di awal 2020. Kala itu, ia sangat sulit mnemperoleh bahan kain dan material lain karena lockdown yang berimbas pada tutupnya semua supply shops. Ia pun terpikir untuk mulai menggunakan apapun yang ia punya dan dapat ia temukan di rumah.

“Saya menyadari bahwa bahkan lebih exciting untuk challenge diri saya sendiri dengan cara tersebut: creating from nothing new, assembling broken pieces, reimagining the old. I never looked back ever since,” kata Diana dalam wawancaranya dengan The Editors Club.

Menurut Diana, upcycling fashion adalah hal yang bagus sekaligus menantang. Dengan upcycling fashion, ia dapat mendesain pakaian secara berkelanjutan sekaligus menantang dirinya untuk menciptakan sesuatu yang baru dari hal yang sudah ada sebelumnya. Hasil desain upcycling fashion Diana dapat dilihat dari akun Instagramnya, @dianarikasari.

Biasanya, Diana mengumpulkan kain-kain untuk diubah menjadi upcycled fashion dengan melihat ketersediaan bahan tersebut di sekitarnya, mengunjungi thrift shops maupun secondhand shops, hingga bertanya kepada temannya apakah mereka memiliki sesuatu yang tak lagi dipakai. Selanjutnya, dari bahan-bahan yang berhasil dkumpulkan, Diana mulai bekerja menciptakan koleksi fashion upcycle yang memiliki ciri khas out of the box, colorful dan ceria.

Lewat upcycling fashion, Diana juga sempat membuat bangga industri fashion tanah air dengan kehadiran koleksinya di New York. Dalam peringatan Hari Bumi, 22 April lalu Diana Rikasari dan Urban Outfitters, perusahaan fashion retail AS bekerja sama memproduksi 60 baju upcycled atau baju yang terbuat dari material bekas seperti sprei, gorden, baju bekas, dan lain-lain.

Artikel ini dibuat dari berbagai sumber