Kaligrafi Tiongkok

Poster Jelajah Budaya Tionghoa Nusantara 2 (Foto: DAAI TV)

Jelajah Budaya Tionghoa Nusantara (JBTN) memasuki musim kedua. Pada musim terbaru ini, tema JBTN akan mengangkat tema baru terkait peran masyarakat Tionghoa bagi Indonesia.

JBTN adalah sebuah program dokumenter TV yang diproduksi oleh DAAI TV. Pada tahun ini, program dokumenter JBTN sudah memasuki musim kedua.

Adapun JBTN musim pertama diproduksi pada rentang tahun 2021-2022 dengan total 13 episode. Sementara itu, JBTN 2 diproduksi pada Maret-November 2023 dengan total 15 episode.

Secara umum, program JBTN mengulas tentang budaya Tionghoa dan peran masyarakat Tionghoa bagi Indonesia di masa lalu yang masih dirasakan hingga kini.

Produser JBTN Sapto Agus Irawan menjelaskan, program JBTN juga mengupas tuntas akulturasi budaya Tionghoa dengan budaya lokal yang membangun nilai-nilai toleransi antar etnis di tengah masyarakat Indonesia yang sangat beragam.

Memasuki musim keduanya, JBTN akan tampil dengan tema baru yang lebih beragam.

Sapto menjelaskan, JBTN 2 dibuat sebagai kelanjutan dari JBTN 1, “Program ini dirasa perlu dilanjutkan karena begitu banyak hal menarik dari kehidupan warga Tionghoa yang mungkin hanya bisa ditampung lewat kelanjutan serial JBTN.”

 

Perbedaan JBTN 1 dan JBTN 2

Adapun perbedaan mendasar antara program dokumenter JBTN 1 dan JBTN 2, adalah pada tema besarnya.

Pada program JBTN 1, tema besarnya adalah sejarah keberadaan Tionghoa di Indonesia dari era prakolonial sampai era reformasi yang kemudian diperinci ke dalam tema-tema kecil dan dikemas ke dalam 13 episode.

Di sisi lain, program JBTN 2 berfokus pada tema besar peran masyarakat Tionghoa pada masa lalu dan kini bagi kemajuan Indonesia dengan tetap menampilkan unsur kebudayaan, akulturasi, dan toleransi.

“Pesan yang ingin disampaikan, adalah bahwa etnis Tionghoa berkontribusi pada banyak bidang kehidupan yang penting pada masanya dan masih bisa dirasakan hingga kini, berkarya untuk kemanusiaan, dan merawat nilai-nilai toleransi untuk kemajuan bersama,” ujar Sapto.

 

Episode Perdana JBTN

Nantinya, program JBTN 2 akan dibuka denga episode perdana bertajuk Warisan Keragaman Singkawang.

Episode ini, berkisah tentang berbagai keragaman yang ada di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Cerita dimulai dari kisah sebuah rumah warisan keluarga Tjhia Siusi, seorang perantauan Hakka asal Xiamen yang menetap di Singkawang. Rumah tersebut masih lestari, meskipun setelah berusia satu abad karena dirawat oleh keturunan keluarga Tjhia.

Keluarga ini kemudian kembali berkumpul untuk merayakan Cap Go Meh. Cerita pun berlanjut pada perayaan Festival Cap Go Meh.

Pada festival ini, etnis Tionghoa bisa menunjukan eksistensi kebudayaanya lewat parade para Tatung. Festival ini pun menjadi penanda paling penting tentang keberagaman dan toleransi yang mengakar di Singkawang.

Festival ini dinikmati semua kalangan dan memicu besarnya arus kunjungan wisatawan pada saat acara berlangsung. Tidak heran jika festival ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional pada 2020.

“Harapannya, melalui program JBTN 2 ini DAAI TV daapt kembali menampilkan keindahan toleransi dan kebersamaan antar etnis, dengan mengetahui cerita-cerita detail dari setiap episodenya,” tutup Sapto.

Saat ini seri “Jelajah Budaya Tionghoa Nusantara” season 1 sudah dapat disaksikan melalui aplikasi DAAI+. Pemirsa bisa menikmatinya secara gratis, hanya dengan mengunduh aplikasi ini di PlayStore ataupun AppStore.

Untuk JBTN season 2, akan mulai tayang di layar kaca DAAI TV mulai tanggal 9 November setiap hari Minggu pukul 19.30 WIB.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: