Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi vegetarian dan vegan (Foto: Foxys_forest_manufacture via Getty Images)

Seorang vegetarian dan vegan sering kali dianggap sama. Padahal, jika menilik lebih dalam keduanya punya banyak perbedaan.

Mengutip dari Healthline, pola makan vegetarian dilaporkan sudah ada sejak tahun 700 SM, sedangkan pola makan vegan muncul belum lama ini.

Biasanya, seseorang menjadi vegetarian atau vegan karena alasan tertentu. Misalnya alasan kesehatan, lingkungan, agama, atau etika.

 

Apa Itu Vegetarian?

Menurut Vegetarian Society, seorang vegetarian adalah seseorang yang tidak mengonsumsi daging, unggas, hewan buruan, ikan, kerang, atau produk sampingan dari penyembelihan hewan.

Seorang vegetarian akan lebih banyak menyantap berbagai macam buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Konsumsi produk turunan hewani seperti produk susu, madu, dan telur akan sangat bergantung pada jenis diet yang diikuti. Berikut adalah beberapa jenis vegetarian yang kerap ditemui sehari-hari.

Vegetarian lakto-ovo: Vegetarian yang menghindari semua daging hewan, tetapi mengonsumsi produk susu dan telur.

Vegetarian lakto: Vegetarian yang menghindari daging hewan dan telur, tetapi mengonsumsi produk susu.

Ovo vegetarian: Vegetarian yang menghindari semua produk hewani kecuali telur.

Vegan: Vegetarian yang menghindari semua produk hewani dan produk turunan hewani

Orang yang tidak makan daging atau unggas, tetapi mengonsumsi ikan dianggap sebagai pescatarian, sedangkan vegetarian paruh waktu juga kerap disebut sebagai flexitarian.

Meskipun terkadang dianggap sebagai vegetarian, pescatarian dan flexitarian tetap mengonsumsi daging hewan. Jadi, secara teknis kelompok tersebut tidak termasuk dalam definisi vegetarian.

 

Apa Itu Vegan?

Bisa dibilang, pola makan vegan adalah bentuk vegetarian yang paling ketat. Menurut Vegan Society, veganisme adalah pola hidup yang meniadakan segala bentuk eksploitasi dan kekejaman terhadap hewan sebisa mungkin. Termasuk juga eksploitasi untuk makanan dan tujuan lainnya.

Dengan demikian, pola makan vegan tidak hanya mengecualikan daging hewan, tetapi juga produk susu, telur, dan bahan-bahan lain yang berasal dari hewan.

Termasuk juga produk gelatin, madu, carmine, silak, pepsin, albumin, air dadih, kasein, serta beberapa bentuk vitamin D3.

Vegetarian dan vegan sering kali menghindari makan produk hewani karena alasan yang sama. Perbedaan terbesarnya, adalah sejauh mana mereka menganggap produk hewani dapat diterima. Misalnya, baik vegan maupun vegetarian dapat mengecualikan daging dari menu makanan mereka karena alasan kesehatan atau lingkungan.

Para vegetarian juga memilih untuk menghindari semua produk sampingan dari hewan karena mereka percaya bahwa hal ini memiliki dampak terbesar terhadap kesehatan dan lingkungan.

Di dalam hal etika, vegetarian kerap menentang pembunuhan hewan untuk dimakan, tetapi secara umum menganggap wajar mengonsumsi produk sampingan hewan seperti susu dan telur, selama hewan-hewan tersebut dipelihara dalam kondisi yang memadai.

Di sisi lain, vegan percaya bahwa hewan memiliki hak untuk bebas dari pemanfaatan manusia, baik untuk makanan, pakaian, ilmu pengetahuan, maupun hiburan.

Akibatnya, mereka berusaha menghindari semua produk sampingan dari hewan, terlepas dari kondisi di mana hewan dikembangbiakkan atau dipelihara.

Keinginan untuk menghindari segala bentuk eksploitasi hewan, adalah alasan mengapa vegan memilih untuk tidak mengonsumsi produk susu dan telur, yakni produk yang tidak menjadi masalah bagi para vegetarian.

 

Lebih Sehat Mana?

Menurut laporan dari Academy of Nutrition and Dietetics dan beberapa tinjauan ilmiah, pola makan vegetarian dan vegan dapat dianggap sesuai untuk semua tahap kehidupan, selama pola makan tersebut direncanakan dengan baik.

Asupan nutrisi yang tidak mencukupi seperti asam lemak omega-3, kalsium, vitamin D, dan B12 dapat berdampak negatif pada berbagai aspek kesehatan, termasuk kesehatan mental dan fisik.

Baik vegetarian maupun vegan mungkin memiliki asupan nutrisi yang lebih rendah. Namun, penelitian menunjukkan bahwa seorang vegetarian cenderung mengonsumsi sedikit lebih banyak kalsium dan vitamin B12 daripada vegan.

Meski demikian, baik vegetarian maupun vegan harus memberikan perhatian khusus pada strategi nutrisi yang dimaksudkan untuk meningkatkan penyerapan nutrisi dari makanan nabati.

Mungkin juga perlu mengonsumsi makanan dan suplemen yang diperkaya, terutama untuk nutrisi seperti zat besi, kalsium, omega-3, dan vitamin D dan B12.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: