Charlie bersama Ibu Suliwati (Foto: YouTube Manise TV)
Charlie Lessy (30) memfokuskan dirinya dalam kegiatan misi kemanusiaan. Hal ini, dilakukan untuk membantu membuat kehidupan masyarakat yang membutuhkan menjadi lebih layak.
Charlie memulai misi kemanusiaannya bersama komunitas Creator Bersatu sejak Januari 2023. Awalnya, Charlie menjalankan misi kemanusiaan di kediaman Tiko, seorang anak yang rela putus sekolah demi menjaga ibunya.
Saat itu, Charlie bersama rekan kreator lainnya membantu membersihkan rumah Tiko agar lebih bersih dan nyaman untuk ditempati. Setelah melakukan misi kemanusiaan tersebut, Charlie merasa kalau hatinya menjadi lebih sehat.
“Karena bisa membantu dan berinteraksi kepada orang-orang yang membutuhkan. Saat saya melihat orang lain tersenyum, di situ hati saya merasa sehat,” ujar Charlie kepada DAAI TV, Kamis (14/4).
Untuk mendapatkan informasi narasumber, Charlie kerap berkeliling sendiri untuk mencari informasi kepada warga sekitar. Tidak jarang, Charlie juga memanfaatkan informasi yang diberikan oleh warganet.
Setelah mendapatkan informasi narasumber, Charlie menyaring kandidat penerima bantuan dengan melihat kondisinya secara langsung.
“Kriteria yang kami cari, adalah narasumber yang terlihat tidak diperhatikan dan diabaikan oleh masyarakat setempat. Untuk itu, di situ kami datang untuk mengobati luka mereka dan membuat kehidupan mereka menjadi layak,” jelas Charlie.
Untuk saat ini, Charlie dan rekan komunitas lainnya berfokus untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodetabek) terlebih dahulu.
Ini dilakukan karena mereka menyesuaikan dengan dana pribadi yang dimiliki. Jika ada donatur tetap, bukan tidak mungkin para kreator ini akan menjalankan misi kemanusiaan ke luar kota.
Demi membantu masyarakat yang kurang mampu, Charlie bersama konten kreator lainnya melakukan renovasi kecil agar tempat tinggal masyarakat semakin nyaman.
Renovasi yang dilakukan Charlie dan konten creator lainnya, yakni membersihkan, mengecat, membelikan perabotan, dan merenovasi apa saja yang bisa direnovasi.
“Kalau untuk membangun rumah, kami analisa dulu dari segi bangunan dan budget yang kami miliki,” katanya.
Biasanya Charlie dan rekan komunitasnya memberikan bantuan dalam bentuk barang yang sudah jadi, seperti tempat tidur, lemari, peralatan dapur, dan sebagainya. Jika masih ada uang sisa, mereka akan memberikan secara sisa uang tersebut kepada penerima bantuan.
Selama tidak ada donasi atau sponsor, Charlie bersama rekan komunitas Creator Bersatu melakukan patungan dana untuk membantu penerima.
Namun, terkadang ada banyak orang lain yang turut memberikan donasi pada kegiatan mereka. Meski demikian, Charlie berharap akan ada donator tetap yang bisa mendukung kegiataan kemanusiaan yang mereka lakukan.
Charlie melanjutkan, biaya yang biasanya dikeluarkan untuk merenovasi satu rumah sangat bervariasi. Terakhir, saat melakukan misi kemanusiaan di Majalengka, Jawa Barat, Charlie mengeluarkan budget sebesar Rp23 juta yang juga terkumpul berkat adanya donasi.

“(Biayanya) tergantung kerusakan rumah. Ada yang menelan biaya besar, ada yang menelan biaya sedikit. Untuk patungan, komunitas kami ada 18 orang, semua ikut patungan,” jelas Charlie.
Setelah melakukan renovasi, biasanya setiap dua minggu sekali Charlie dan rekan komunitasnya mengirimkan perwakilan untuk melakukan tinjauan lanjutan terhadap bantuan yang sudah diberikan.
Selain meninjau kondisi rumah, mereka juga sekaligus menjenguk narasumber yang telah dibantu. Jika semua sudah kondusif dan baik-baik saja, Charlie dan rekannya akan menghentikan tinjauan demi ketenangan dan kemandirian warga yang dibantu.
Untuk menyebarkan kegiatan ini, Charlie mendokumentasikan kegiatannya menjadi sebuah video yang diunggah ke dalam akun YouTube Manise TV – Charlie Lessy.
Charlie tidak punya tim khusus untuk mengambil gambar kegiatannya. Pasalnya, semua kreator membawa kamera masing-masing dan merekamnya sendiri, selayaknya membuat video blog (vlog).
“(Kegiatan ini, dilakukan) untuk mengubah yang terluka menjadi ceria kembali. Saya dan teman-teman berusaha untuk membuat narasumber menjadi lebih baik lagi dalam kehidupannya. Ke depannya, saya akan terus fokus dengan konten bantuan seperti ini,” tutup Charlie.

