Peserta Waisak membuat formasi angka 30 (Foto: Yayasan Buddha Tzu Chi)
Menyambut Peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2567 BE/2023, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menggelar acara bertajuk “Doa Bersama Waisak” di Aula Jing Si, Tzu Chi Center, Jakarta Utara, Minggu (14/5).
Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menggelar perayaan tiga hari besar, yakni Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia, bersama masyarakat umum, donatur, relawan, dan keluarga besar Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Kegiatan tersebut, diadakan di seluruh ruangan Aula Jing Si. Mulai dari Jiang Jing Tang (lantai 4 Aula Jing Si), Guo Yi Ting (lantai 3 Aula Jing Si), Fu Hui Ting (lantai 2 Aula Jing Si), dan Xi She Ting (lantai 1 Aula Jing Si).
Seluruh tamu undangan mengikuti sejumlah rangkaian acara doa bersama Waisak. Mulai dari penyambutan Bhikkhu Sangha sebagai pertanda dimulainya acara, prosesi pemandian rupang, meditasi, hingga menyaksikan ceramah darma oleh Master Cheng Yen selaku Pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi melalui tayangan rekaman video.

Di dalam pesan darmanya, Master Cheng Yen mengatakan bahwa dirinya setiap hari mengimbau orang-orang untuk wawas diri, berhati tulus, tekun, dan bersemangat.
Master Cheng Yen menjelaskan, sejak lahir langit dan bumilah yang menopang kehidupan kita. Langit menyediakan udara yang segar dan oksigen bagi kita. Sementara itu, bumi menyediakan beragam tanaman pangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi manusia dan pentingnya menjalankan hidup vegetarian.
“Bahwa jika ingin memiliki tubuh yang sehat maka kita harus bervegetaris terlebih dahulu. Ini berarti menjalani hidup sesuai hukum alam,” tuturnya
Master Cheng Yen menambahkan, manusia adalah Bodhisattva dunia yang mempraktikkan darma secara nyata. Untuk itu, Master Cheng Yen mengajak umat Buddha untuk mengasihi bumi.
“Selain mengasihi sesama manusia, kita juga harus mengasihi bumi,” tambahnya.
Menurut panitia pelaksana doa bersama Waisak, kegiatan “Doa Bersama Jutaan Insan” telah dilakukan secara rutin setiap tahunnya pada minggu kedua di Bulan Mei dalam rangka memperingati Hari Waisak, hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia.
Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Sugianto Kusuma mengatakan, berdasarkan ceramah tersebut, bisa dibilang bumi ini sedang sakit, sehingga bencana alam datang bertubi-tubi.
“Kita bisa tahu bahwa suhu bumi dan iklim meningkat, saya rasa kita semua juga mengetahui mengapa suhu bumi bisa naik. (Untuk itu) kita perlu menjaga lingkungan supaya suhu panasnya itu tidak naik lagi,” jelas Sugianto.

Secara terpisah, Dirjen Bimas Buddha Supriyadi mengatakan, dirinya sangat mendukung apa yang disampaikan oleh Master Chen Yen dalam ceramahnya.
“Kita mendengarkan ceramah Master Cheng Yen terkait dengan lingkungan. Kita semua memahami bahwa kita punya problem yang besar,” kata Supriyadi.
Menurutnya diperlukan kesadaran, kesepahaman, dan kesepakatan agar permasalahan lingkungan dapat diatasi dengan sebaik-baiknya.
Supriyadi lantas mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan memilah sampah sehari-hari agar dapat dimanfaatkan kembali bagi kehidupan.
“Perlu ada semacam kesadaran, kesepahaman, bahkan kesepakatan dan aksi besar kita bersama agar bisa mengatasi persoalan lingkungan dengan sebaik-baiknya. Kita juga perlu menjaga lingkungan dengan baik, kalau perlu kita mulai untuk bervegetaris,” tutup Supriyadi.

