Ilustrasi TBC (Foto: DragonImages via Canva Pro)
Tuberkulosis (TBC atau TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Tidak hanya paru-paru, TBC juga bisa menyerang organ tubuh lain.
Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang paru-paru, otak, kelenjar getah bening, sistem saraf pusat, jantung, bahkan tulang belakang.
Gejala TBC
Spesialis Paru dr. Paulus Arka Triyoga, Sp.P., menjelaskan, TBC memiliki gejala yang khas, yakni gejala respiratorik dan gejala sistemik.
Gejala restorik meliputi batuk kronis yang berlangsung lebih dari 2-3 minggu, nyeri dada, batuk berdarah, demam, dan sesak.
Gejala sistemik meliputi kondisi lemas, lelah, lesu, penurunan berat badan, penurunan nafsu makan, berkeringat di malam hari.
Penularan TBC
Media penularan TBC sama seperti Covid-19, yakni melalui droplet atau cairan/cipratan liur yang dikeluarkan seseorang dari hidung atau mulut saat bersin, batuk, atau berbicara.
Menurut dr. Paulus, ada tiga kemungkinan yang bisa terjadi saat seseorang terkena droplet dari pasien TBC.
Pertama, bakteri TBC bisa langsung dihancurkan oleh tubuh yang membuat penularan tidak efektif.
Kedua, bakteri yang masuk ke dalam tubuh tertidur atau dalam keadaan tidak aktif karena terlindung oleh imun tubuh. Namun, saat imun tubuh turun, maka orang yang terkena droplet sebelumnya bisa tertular TBC.
Kemungkinan ketiga, orang yang terkena droplet bisa langsung tertular TBC.
Faktor Risiko
Beberapa faktor risiko dari penyakit TBC, adalah imunitas pasien. Untuk itu, kata dr. Paulus, kelompok yang rentan tertular TBC adalah anak-anak atau balita berusia di bawah 5 tahun dan lansia berusia di atas 60 tahun.
“Kelompok ini sama yang satu imunnya belum berkembang, satunya lagi imunnya sudah turun,” ujar dr. Paulus dikutip dalam kanal YouTube DAAI Family, Rabu (26/7).
Cara Mencegah TBC
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah TBC, yakni sebagai berikut.
1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Menurut dr. Paulus, TBC bisa dihancurkan sendiri oleh imun tubuh, sehingga sangat penting untuk menjaga imunitas tubuh.
“Caranya adalah dengan olahraga, makan makanan yang bergizi, sanitasi yang baik, aliran udara yang baik, semuanya harus seimbang,” kata dr. Paulus.
2. Vaksin Bacillus Calmette-Guérin (BCG)
Vaksin BCG adalah vaksin untuk tuberkulosis yang dibuat dari baksil tuberkulosis yang biasanya diberikan pada anak usia 0-3 bulan atau anak yang baru lahir.
Melalui pemberian vaksin ini, diharapkan kondisi TBC yang dialami pasien tidak terlalu parah, bahkan bisa dicegah.
3. Hindari Merokok dan Konsumsi Obat Terlarang
Merokok bisa memperburuk keadaan paru-paru karena ada banyak zat beracun yang masuk ke tubuh.
“Semua zat ini sebenarnya merusak daya tahan atau pertahanan dari saluran napas kita pasti. Jika terus menerus dikasih zat racun, lama-lama pertahanannya akan jebol juga,” jelas dr. Paulus.
Di sisi lain, konsumsi obat-obatan terlarang akan membuat imun tubuh menurun. Untuk itu, pasien TBC perlu memperhatikan asupan yang masuk ke dalam tubuh.
4. Konsumsi Obat Teratur
Pasien TBC perlu minum obat dari dokter secara teratur. Jika ada efek samping yang timbul dari konsumsi obat tersebut, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
5. Tes Kesehatan Secara Berkala
Usahakan untuk melakukan medical check-up secara berkala untuk mengetahui keadaan tubuh kita.
Dengan demikian, jika ada kondisi darurat atau kondisi awal TBC, pasien bisa melakukan pencegahan lebih dini.

