Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi Pertamina (Foto: Nawal Karimi’s Image via Canva)

Pertamina bakal segera meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Bioetanol pada Juni 2023 ini. Jenis BBM ini merupakan bahan bakar baru dari sumber energi terbarukan.

Pertamina bakal menambah BBM Bioetanol yang akan disingkat menjadi E5. BBM Bioetanol ini, terbuat dari campuran antara Pertamax dan 5% nabati etanol, yakni bahan bakar nabati yang diklaim lebih ramah lingkungan.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, jenis BBM ini hadir untuk mengurangi penggunaan fosil dan menekan emisi karbon.

Meski demikian, pihak Pertamina belum memutuskan kapan waktu perluncuran jenis BBM ini karena Pertamina masih perlu mengurus perizinan terkait komersialisasi bioetanol.

“Nanti di bulan ini, kami mau launching produk baru, yaitu bioetanol. Jadi Pertamax kami campur dengan etanol,” ujar Nicke dalam keterangannya, dikutip Selasa (6/6).

Bioetanol adalah salah satu bentuk energi terbarukan yang bisa diproduksi dari tumbuhan melalui proses fermentasi biomassa dengan bantuan mikroorganisme.

Nantinya, bioetanol yang dihasilkan dari proses fermentasi bisa memiliki berbagai macam kadar. Bioetanol dengan kadar 90%-94% disebut bioetanol tingkat industri. Kemudian, jika bioetanol yang diperoleh berkadar 94%-99,5% disebut bioetanol tingkat netral.

Umumnya, bioetanol jenis ini dipakai untuk campuran minuman keras dan terakhir bioetanol tingkat bahan bakar. Kadar bioetanol tingkat ini sangat tinggi, yakni minimal 99,5%.

Beberapa bahan baku tanaman yang bisa digunakan untuk membuat bioetanol, adalah karbohidrat potensial seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar, sagu, dan tebu.

Adapun untuk BBM Bioetanol yang akan diluncurkan Pertamina bulan ini, berasal dari molases tebu.

Sebelum diolah, bahan baku bioetanol akan difermentasi sampai menghasilkan etanol mentah yang bisa diolah menjadi bahan bakar etanol 99,5% dan berguna sebagai campuran bensin.

Di dalam etanol ini, terdapat 35% oksigen yang bisa meningkatkan efisiensi pembakaran mesin, serta meningkatkan angka oktana seperti zat aditif Methyl Tertiary Buthyl Ether (MBTE) dan Tetra Ethyl Lead (TEL). Selain itu, etanol bisa terurai, sehingga juga bisa mengurangi emisi gas buang berbahaya.

Sampai saat ini, Pertamina masih belum menetapkan harga jual E5 per liter karena prosesnya masih belum final.

Meski demikian, harga E5 diperkirakan akan lebih mahal dari Pertamax karena Research Octane Number (RON) bioetanol lebih tinggi.

Lewat inovasi terbaru ini, artinya Pertamina bakal mengedarkan dua BBM campuran dari bahan nabati, setelah sebelumnya mengedarkan Biodiesel 35% (B35).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: