Marketeers Tech for Business

KMBUI sukses menggeber program kerja tahunan Desa Binaan 2026. Dok. KMBUI

Keluarga Mahasiswa Buddhis Universitas Indonesia (KMBUI) sukses menggeber program kerja tahunan Desa Binaan 2026 berkonsep “Satu Langkah, Seribu Harapan”. Berlangsung selama seminggu penuh pada 15–21 Agustus 2026, aksi pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di dua lokasi di Jawa Tengah, yakni Dusun Krecek dan Desa Banjarpanepen.

 

Jejak Manis 8 Tahun Pengabdian di Dusun Krecek

Sejak 2018, Dusun Krecek telah menjadi ruang tumbuh dan mengabdi bagi KMBUI. Berbagai program pendampingan rutin dijalankan, mulai dari edukasi masyarakat, pengajaran anak-anak, pelatihan UMKM, penyaluran bantuan sosial, hingga merawat kebersamaan warga.

Pada pelaksanaan tahun ini, agenda di Dusun Krecek berlangsung selama lima hari. Mahasiswa KMBUI memberikan penyuluhan public speaking, strategi digital marketing UMKM, hingga edukasi pencegahan penipuan daring. Tak ketinggalan, Sekolah Minggu Buddhis turut digelar untuk membina anak-anak serta muda-mudi setempat.

Suasana penuh kehangatan kian terasa saat warga menggelar Kendurian (makan besar bersama) sebagai ungkapan rasa syukur. Kemeriahan perayaan HUT ke-81 RI juga diisi beragam lomba 17-an yang diikuti lintas generasi. Rangkaian momen emosional ini ditutup dengan Malam Keakraban berhias pentas seni, api unggun, dan bernyanyi bersama warga.

 

Membuka Lembaran Baru di Desa Banjarpanepen

Setelah delapan tahun mendampingi Dusun Krecek, KMBUI resmi mengakhiri masa pengabdian di dusun tersebut dan melangkah ke target binaan baru: Desa Banjarpanepen, Kabupaten Banyumas.

“Kehadiran KMBUI di Banjarpanepen tahun ini menjadi langkah awal untuk mengenal kondisi dan potensi masyarakat melalui observasi, wawancara, serta pemetaan kebutuhan desa,” terang Michelyn Verencia, Project Officer Desa Binaan KMBUI 2026.

Dua hari terakhir dimanfaatkan tim KMBUI untuk berdiskusi dengan perangkat desa dan warga setempat. Sekretaris Desa Banjarpanepen, Pak Jojo, bersama Pak Parman (Ketua RT 2 RW 7) memaparkan tantangan ekonomi warga, khususnya para penyadap nira kelapa yang menjadi pilar produksi gula kelapa komoditas utama desa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan survei lapangan dan home visit ke rumah-rumah warga.

 

Menjaga Asa Pengabdian Berkelanjutan

Penutupan pengabdian di Krecek menjadi catatan bersejarah, sementara hadirnya KMBUI di Banjarpanepen menandai dimulainya komitmen baru.

“Sebagai desa binaan baru, kami berharap proses yang sudah dimulai bersama KMBUI dapat terus berlanjut dan memiliki arah yang jelas ke depannya,” tutur Pak Jojo penuh harap.

Aspirasi tersebut mempertegas komitmen KMBUI untuk terus menghadirkan program pengabdian masyarakat yang relevan, berdampak, dan berkelanjutan. Satu langkah telah diayunkan, seribu harapan siap diwujudkan bersama.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: