Ilustrasi ikigai (Foto: Marekuliasz via Getty Images)
Ikigai (生き甲斐) adalah filosofi Jepang kuno yang telah menyelimuti cara hidup orang Jepang. Istilah ini, hadir untuk menjelaskan kesenangan dan makna kehidupan.
Secara harfiah ‘iki’ memiliki arti hidup dan ‘gai’ memiliki arti nilai, sehingga ikigai dapat diartikan sebagain nilai kehidupan.
“Ikigai merupakan konsep happiness dan well being dari Jepang yang mana kita merasa bahagia kalau kita menemukan makna dalam hidup kita,” ujar Psikolog Flavia Norpina Sungkit, M.Psi., dikutip dalam kanal YouTube DAAI Family, Jumat (9/6).
Menurut Flavia, jika menilik dari sejarahnya, konsep ikigai hadir berdasarkan riset dari seorang psikiater di Jepang yang dia meneliti bahwa makna dalam hidup bisa ditemukan ketika seseorang punya resonansi dengan orang lain, atau punya kontribusi dan kasih sayang kepada orang lain.
Sebelum hal tersebut bisa diturunkan dalam tujuan hidup, seseorang perlu tahu dulu apa prioritas hidup mereka untuk menentukan tujuan hidupnya.
“Kita perlu menentukan dulu mana aspek kehidupan yang paling penting buat kita, sehingga kita bisa menentukan tujuan hidup kita,” lanjutnya.
Tujuan hidup bisa ditentukan dari keseharian yang biasa dilakukan. Jadi, ketika kebiasaan hidup berubah, tidak menutup kemungkinan jika tujuan hidup juga bisa berubah.
Konsep Ikigai
Intinya, ikigai adalah bagaimana seseorang bisa memahami makna dari keberadaan dirinya. Jika diturunkan lagi, ada empat konsep ikigai yang saling melengkapi.
Pertama, passion. Hal pertama yang perlu diperhatikan, adalah mengetahui hal apa yang disukai. Sesuatu yang membuat kita bergairah untuk melakukan hal tersebut, serta merasa bahagia saat melakukannya, misalnya hobi ataupun kesenangan pribadi.
Kedua, mission. Mission adalah hal-hal yang dibutuhkan oleh lingkungan sekitar. Meskipun tidak sesuai dengan passion, tetapi tidak menutup kemungkinan kita dapat berkontribusi dengan hal-hal kecil yang dapat dilakukan untuk lingkungan sekitar.
Ketiga, vocation. Tidak dimungkiri demi bertahan hidup tentunya kita harus mempunyai penghasilan. Vocation adalah sesuatu yang dapat kita lakukan dan menghasilkan pendapatan.
Keempat, profession. Profession adalah sesuatu yang membuat kita merasa ahli saat mengerjakan bidang tersebut. Keahlian ini, bisa didapatkan dengan menempuh pendidikan atau mengikuti kursus pelatihan.
Keempat hal ini, kata Flavia, bisa membantu seseorang menemukan ikigai dengan lebih mudah, baik dalam kehidupan profesional maupun personal.
Pilar Ikigai
Selain itu, dalam Ikigai dikenal lima pilar penting yang menopang prinsip Ikigai itu sendiri, yakni sebagai berikut.
Pertama, starting small atau mulai dengan langkah kecil, biasakan untuk terbiasa memulai dari hal-hal kecil. Misalnya bangun pagi dengan rasa syukur, sehingga akan memberikan rasa positif yang berguna untuk mengawali hari.
Kedua, joy in little things atau jangan lupa untuk bahagia dari hal-hal yang sederhana. Misalnya, masih bisa sarapan dan berkumpul bersama keluarga setiap hari.
Ketiga, be mindful atau menguasai diri sendiri. Menurut Flavia, sangat penting untuk bisa mengelola emosi diri sendiri. Salah satu cara yang bisa dilakukan, adalah dengan melakukan meditasi.
Keempat, releasing yourself atau menerima diri sendiri. Beberapa kemampuan yang penting untuk dieksplorasi, adalah mengekspresikan diri, mencintai diri sendiri, dan berfokus dengan kekuatan daripada kelemahan diri sendiri.
Kelima, harmony and sustainability, yakni bagaimana seseorang berperan menjadi support system bagi orang lain.
Kelima pilar ikigai bisa mempermudah Sahabat DAAI dalam membuat daftar kebahagiaan bagi diri sendiri. Dengan demikian, penerapan kelima pilar tersebut bisa sangat membantu untuk bisa lebih bahagia dengan tetap melihat tujuan hidup ke depan.
Cara Mencapai Ikigai atau Kebahagiaan
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencapai kebahagiaan atau ikigai dalam hidup yang bisa dilakukan setiap hari.
Pertama, jangan lupa untuk selalu bersyukur. Pasalnya, dengan bersyukur seseorang bisa lebih menghargai dan mencintai diri sendiri, sehingga bisa lebih positif emosional dan mindset.
Kedua, biasakan tersenyum. Tersenyum adalah salah satu bentuk energi positif yang bisa disebarkan kepada orang-orang di sekitar. Selain tersenyum, energi positif juga bisa ditulari melalui pelukan, sapaan, pujian, dan sebagainya.
Ketiga, ucapkan terima kasih. Mengucapkan terima kasih dengan tulus bisa menjadi salah satu cara untuk mengapresiasi orang lain. Ini juga bisa menjadi salah satu bentuk dari bersyukur atas diri sendiri dan orang lain yang hadir dalam hidup.
Keempat, tetap aktif dan jangan menyerah. Hanya dengan tetap aktif, Sahabat DAAI bisa membuat tubuh, otak, dan sistem saraf bekerja.
Kelima, jangan terburu-buru. Saat mengejar sesuatu, usahakan untuk membaginya ke dalam rencana yang lebih kecil dan jangan terlalu terburu-buru agar tidak mudah stres atau burn out.
Keenam, kelilingi diri dengan teman yang baik. Ini hal yang penting karena teman menjadi support system diri sendiri karena bisa menunjang keseharian, produktivitas, dan semua aspek kehidupan.

