Hari Budha Magar berhasil mendaki puncak Everest (Foto: Instagram @hari_budha_magar)
Hari Budha Magar (43), pendaki tanpa kedua kaki asal Nepal berhasil mencapai puncak Gunung Everest. Melalui pencapaian ini, Hari berhasil membuat sejarah baru dalam pendakian gunung.
Mantan tentara Brigade Gurkha ini, menjadi orang tanpa kaki pertama yang berhasil mencapai puncak tertinggi Gunung Everest.
Pria yang tinggal di Canterbury tersebut, mengambil langkah besar untuk “menginspirasi orang lain” dan mengubah persepsi orang-orang tentang disabilitas.
Mengutip dari BBC News, Magar melalui perjalanan 11 hari bersama dengan tim pendaki Nepal, dipimpin oleh Krish Thapa, mantan pemimpin pasukan gunung Gurkha dan SAS.

Setelah melewati perjuangan yang panjang, Magar berhasil mencapai puncak Everest sekitar pukul 15:00 BST, pada Jumat (26/5).
Magar mengaku, pendakian ini lebih sulit daripada yang ia bayangkan. Ini karena, Magar harus terus berusaha untuk melanjutkan pendakian, tidak peduli seberapa sakit atau seberapa lama waktu yang dibutuhkan.
Ketika keadaan menjadi sulit, Magar berkata bahwa memikirkan keluarganya yang luar biasa dan semua orang yang telah membantunya membuatnya terus maju.
“Tujuan besar saya, hanyalah mengubah persepsi tentang disabilitas dan menginspirasi orang lain untuk mendaki gunung mereka sendiri. Tidak peduli seberapa besar impian Anda, tidak peduli seberapa menantang kecacatan Anda, dengan pola pikir yang benar, semuanya mungkin,” ujar Magar, dikutip Senin (29/5).
Sebagai informasi, Magar merupakan seorang veteran Angkatan Darat yang kehilangan kedua kakinya di Afghanistan.
Magar kehilangan kakinya saat menginjak alat peledak improvisasi (IED) di Afghanistan pada 2010 lalu.
Ketika berhasil selamat dari ledakan tersebut, Magar mengatakan bahwa dirinya merasa seperti hidupnya telah berakhir.

Namun, melalui dukungan keluarga dan menjalankan hobinya bermain ski, golf, bersepeda, dan mendaki, kepercayaan dirinya perlahan kembali.
“Terima kasih semuanya atas peran yang telah Anda mainkan dalam perjalanan ini. Kami telah membuat lompatan besar dalam mengubah persepsi seputar disabilitas. Ini baru langkah pertama,” tutup Magar.

