Kaligrafi Tiongkok

Muhammad Novan Alfaridzi (Dok. Pribadi)

Siswa SDN 2 Kayuara Muhammad Novan Alfaridzi (9) berhasil meraih medali Encouragement Award dalam ajang kompetisi International Mathematical Science Creativity Competition (IMSCC) 2023 di Korea Selatan, Sabtu (21/10).

Acara yang berlangsung di Gwocheon National Science Museum ini, merupakan ajang matematika dan sains tahunan yang telah diselenggarakan untuk yang ke-17 kalinya.

Pada ajang tersebut, Novan mengikuti lomba kategori mechatronic atau yang berkaitan dengan alat yang dapat bergerak.

Novan membuat replika alat yang dapat membantu penanggulangan bencana, mengingat Indonesia merupakan negara yang rawan bencana.

Prestasi Novan tentunya patut diacungi jempol. Apalagi, dirinya juga berhasil melawan 20 tim yang turut berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.

Menurut Kakak Novan, Dita, ide lomba tersebut berasal dari Novan sendiri. Novan pun merakit dan merancang sistemnya seorang diri.

 

Awal Mula

Novan awalnya mengikuti kompetisi Indonesia STEM Creativity Competition di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.

Kala itu, Novan berhasil meraih medali perunggu. Ia kemudian terpilih menjadi salah satu peserta yang didaftarkan dalam kompetisi di Korea Selatan.

Novan sendiri mengaku, dirinya tidak menyangka akan terpilih jadi salah satu siswa yang diberangkatkan ke Korea.

Pasalnya, saingan Novan di Indonesia berasal dari berasal dari beragam kota besar. Mereka juga kebanyakan telah mengikuti klub sains, baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Sementara itu, Novan tak pernah mengikuti klub sains karena tidak ada di daerahnya. Novan tinggal di Desa Kayuara, berjarak lebih dari 100 km dari Kota Palembang, ibu kota Sumatra Selatan.

Novan juga belum pernah mengikuti kompetisi serupa di level nasional, apalagi internasional. Namun, Novan sering ikut lomba cerdas cermat di tingkat daerah.

Kebingungan Mencari Biaya

Saat diumumkan bahwa Novan terpilih untuk bisa mengikuti kompetisi di Korea, keluarganya merasa bangga sekaligus bingung.

Pasalnya, keluarga Novan tidak punya cukup biaya untuk pergi ke Korea Selatan. Akhirnya keluarga Novan berjuang mencari bantuan dana dari dinas pendidikan di Kabupaten Musi Banyuasin.

Perjuagan membuahkan hasil, akhirnya Novan mendapatkan dana bantuan dari pemerintah setempat, sehingga Novan bisa pergi mengikuti kompetisi di Korea Selatan.

Novan sendiri berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya merupakan seorang petugas keamanan di GOR yang ada di kampungnya, sedangkan sang ibu kini menjadi pekerja harian lepas (PHL).

Melalui perlombaan IMSCC, Novan mendapatkan hadiah Rp25 juta yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan menunjang kemampuannya di kompetisi-kompetisi selanjutnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: