Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi narkoba (Foto: Tinnakorn Jorruang via Getty Images)

Hari Anti-Narkoba Internasional (HANI) diperingati setiap 26 Juni 2023 untuk memperkuat aksi dan kerja sama dalam mencapai dunia yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya (Narkoba), adalah bahan/zat yang jika dimasukkan ke dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang.

Psikiater Badan Narkotika Nasional dr. Iman Firmansyah, Sp.KJ., menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 1 Ayat 1 menyatakan, narkotika adalah suatu obat, baik tumbuhan maupun bukan tumbuhan dari sintetis maupun semi sintetis yang bisa mempengaruhi kesadaran, menurunkan kesadaran, menghilangkan rasa sakit, dan yang terpenting adalah menyebabkan ketagihan.

 

Jenis-jenis Narkoba

Menurut dr. Iman, ada banyak jenis narkoba yang beredar di dunia ataupun di Indonesia dan digunakan untuk berbagai tujuan.

Secara umum, kata dr. Iman, Badan Narkotika Nasional (BNN) tidak melarang penggunaan narkoba jika digunakan untuk keperluan yang jelas, seperti keperluan medis. Hal yang dilarang BNN adalah penyalahgunaan narkotika bagi para pecandu.

“Jenis narkoba itu bermacam-macam, ada yang menyebabkan semangat, ada yang untuk menghilangkan rasa sakit, ada yang untuk menenangkan, tergantung dari jenis-jenisnya. Contohnya ada sabu atau metafetamin, lalu ada kokain, ganja, mariyuana, dan lain-lain,” ujar dr. Iman dikutip dari kanal YouTube DAAI Family, Senin (26/6).

 

Zat di dalam Narkoba

Zat yang terkandung di dalam narkoba berbeda-beda, bergantung pada tujuan penggunaannya. Sebagai contoh, narkoba yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan stamina, adalah golongan narkoba yang mengandungstimulan.

Kemudian, narkoba yang bisa membuat hidup penggunanya lebih senang, nyaman, dan tanpa beban, termasuk narkoba golongan depresan.

Sementara itu, jika penggunanya ingin menggunakan narkoba untuk mencari halusinasi atau khayalan, maka mereka akan mengonsumsi narkoba yang mengandung halusinogen.

“Ada yang untuk meningkatkan stimulan seperti methaphetamin, amphetamine, atau kita kenal ekstasi supaya kita tambah semangat atau tambah happy. Ada yang untuk kita menenangkan, yaitu heroin. Ada yang halusinogen contohnya seperti jamur yang ada di kotoran hewan. Lalu ada Lysergic acid diethylamide (LSD) yang berbentuk seperti permen kertas tipis. Jadi memang beda-beda jenis narkoba, beda-beda juga tujuannya,” jelas dr. Iman.

 

Bahaya Narkoba bagi Kesehatan

Menurut dr. Iman, narkoba bisa memberikan efek buruk pada tiga hal, yakni secara biologis, psikologis, dan keadaan sosial.

Apalagi, kata dr. Iman, narkoba bisa memberikan rasa yang enak bagi penggunanya, sehingga menyebabkan ketergantungan.

“Letak enak itu pada saat kita setelah menggunakan narkoba, lalu ada rangsangan di daerah otak bernama ventral tegmental area (VTA), yakni bagian otak tengah yang berfungsi untuk mengatur emosi, motivasi, penghargaan, dan perilaku kecanduan. Namun, narkoba bisa mengakibatkan bahaya bagi tubuh,” ungkapnya.

Pertama, secara biologis. Narkoba bisa mengacaukan berbagai fungsi tubuh. Ini karena, pecandu narkoba akan lupa waktu saat memakai narkoba, sehingga mereka kuat melakukan kegiatan berhari-hari.

Kedua, secara psikologis. Setiap penggunaan narkoba pasti akan memberikan dampak buruk bagi otak. Misalnya, setelah menggunakan ganja pecandu bisa tertawa, sedih, atau menangis sendiri. Efek psikologis ini bisa berujung pada gangguan jiwa berat yang ditandai dengan halusinasi.

Ketiga, adalah masalah sosial. Akibat narkoba akan berakibat dengan sosial karena pecandu akan merasa malas untuk berkegiatan, baik untuk sekolah, bekerja, dan sebagainya. Akibatnya akan muncul masalah ekonomi dan memperburuk keadaan dengan orang sekitar.

Tidak hanya itu, para pecandu narkoba juga bisa terserang beberapa penyakit lain seperti HIV/AIDS, Hepatitis B dan C, menurunnya kemampuan kognitif, gangguan di hati dan ginjal, infeksi menular seksual, dan gangguan jiwa.

 

Cara Menghindari Narkoba

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari narkoba, yakni mengetahui dampak negatif dari narkoba, menjaga pergaulan agar tidak mudah terjerumus, dan memegang teguh ajaran agama yang dianut.

Kemudian, hadapi masalah yang ada secara bijak, melakukan kegiatan yang bermanfaat, mendalami hobi, dan tidak mendekati narkoba.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: