Ilustrasi Alex Roca selama maraton (Foto: Instagram.com @alexroca91)
Satu lagi prestasi berhasil ditorehkan oleh atlet penderita disabilitas, Alex Roca yang berhasil menyelesaikan maraton. Meski punya keterbatasan, tetapi semangat Roca tetap membara.
Alex Roca Campillo berhasil mencetak sejarah, dengan menjadi orang pertama dengan kondisi disabilitas fisik 76% yang berhasil menyelesaikan lari maraton.
Roca sukses menyelesaikan maraton sejauh 42.195 km, serta melewati garis finis dengan mencapai waktu 5:50:51 pada ajang Zurich Barcelona Marathon.
Sejak berusia enam bulan, Roca menderita cerebral palsy yang disebabkan oleh virus herpes serebral.
Kondisi ini, membuat Roca harus mengurangi mobilitas di sisi kiri tubuhnya, serta hanya berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.
Meski demikian, Roca berhasil tumbuh menjadi seseorang yang memiliki tekad yang kuat dan menjalani hidupnya dengan luar biasa.
Berkat semangatnya, Roca berhasil mencetak sejarah walaupun dengan kondisinya yang tidak sempurna.

Kabar gembira ini, dibagikan Roca pada media sosialnya. Roca berhasil mencetak sejarah sebagai seorang atlet yang telah melampaui batas, serta bisa menjadi sumber inspirasi semua orang di bidang kehidupan apa pun.
“(Hal) ini bisa terjadi berkat SEMUA tim saya. Terima kasih kepada kalian SEMUA yang telah bersorak, AKU TIDAK BISA BERKATA-KATA,” ujar Roca dikutip dalam media sosial Twitter-nya, Senin (27/3).
Mengutip dari Runner’s World, atlet berusia 32 tahun dari Catalonia ini berhasil memenuhi impian seumur hidupnya yang telah ia latih selama beberapa tahun.
Selain mengikuti kompetisi ini, sebelumnya Roca juga pernah berkompetisi dalam beberapa tantangan ketahanan.
Di antaranya adalah 5 kompetisi triathlon, menjadi orang pertama dengan cerebral palsy yang menyelesaikan balapan Garmin’s Titan Desert pada tahun 2019, serta balapan sepeda gunung beberapa tahap selama 6 hari melalui Gurun Maroko.
Sebelum memulai kompetisi, Roca sempat mengatakan kepada surat kabar Spanyol, El Mundo, “Batasnya terserah pada Anda, dan jika Anda ingin mencapai suatu tujuan, kesulitan apa pun yang Anda miliki, dengan sikap, kemauan keras, ketekunan, dan ketahanan, Anda dapat mencapai semua tujuan Anda. Dan jika Anda tidak mencapainya, Anda akan memberikan segalanya dan harus merasa bersyukur.”

Dikutip dari Euro Weekly News, selama wawancara dengan reporter ABC, menurut Roca hal tersulit saat mengikuti maraton ini adalah waktu persiapan. Secara fisik, Roca merasa sulit karena ia memiliki kaki yang bengkok dengan kelengkungan yang besar.
Selain itu, Roca mengaku bahwa dirinya tidak bisa mengonsumsi makanan padat saat berlari. Pada saat persiapan, Roca sempat mencoba latihan maraton 5 km, tetapi dirinya tersedak, untungnya ada istri dan pelatihnya yang selalu bersedia membantunya.
Akhirnya, Roca memutuskan untuk mengonsumsi 288 gr karbohidrat dan 300 mililiter air di setiap perhentian untuk memastikan bahwa dirinya memiliki gizi yang cukup.
Jalan untuk mencapai apa yang ia raih saat ini bukanlah hal yang mudah. Roca mengalami banyak kesulitan dalam dirinya untuk menemukan bentuk nutrisi dan hidrasi yang ideal untuk maraton.
Namun, berkat tim profesional yang menemaninya, serta dukungan dari keluarga dan teman-temannya, Roca berhasil melewati kesulitan yang ia miliki dengan ketekunan, ketahanan, serta kemauan keras.

