Di saat sedang pusing memikirkan masalah membeli rumah, Ying-ju malah bertemu ayahnya di stasiun kereta api. Ayahnya lalu menyarankan Ying-ju untuk membeli tanah dan membangun rumah sendiri. Ayahnya bisa membuat denah rumah sendiri, maka ayahnya mengatakan akan membantu Ying-ju merancangnya. Tak lama kemudian, proyek pembangunan rumah pun rampung. Demi membayar cicilan rumah, Ying-ju harus bekerja keras membanting tulang.
Selain menjadi bagian pemasaran, malam hari, Ying-ju masih menjadi supir taksi tanpa sepengetahuan Mei-yue. Tidak lama menempati rumah barunya, Mei-yue hamil anak ketiga. Tentu saja kabar tersebut sangat membahagiakan semuanya. Mei-yue sangat berharap anak yang sedang dikandungnya adalah anak lelaki. Meski sedang hamil tua, Mei-yue tetap semangat membantu Master menggelar baksos kesehatan. Namun, entah kenapa, belakangan ini Mei-yue sering sesak napas. Dia masih belum memberitahukannya pada Ying-ju dan keluarganya.
