Gaji Ying-ju di tempat kerjanya yang baru memang lebih tinggi, hanya saja tekanan di sana juga lebih besar. Berhubung itu merupakan perusahaan asuransi baru, omzet perusahaan haruslah mengandalkan dia seorang. Karena itu, demi mendapatkan lebih banyak klien, Ying-ju jadi sering pergi bersosialisasi dan minum minuman keras hingga tengah malam baru pulang. Bahkan waktunya untuk menemani keluarga juga semakin berkurang.
Karena sering menunggu Ying-ju sampai tengah malam, Mei-yue sangat marah. Namun, ibu Mei-yue menasihatinya agar lebih bersikap pengertian, karena Ying-ju juga sedang sibuk mencari nafkah di luar. Suatu kali, Mei-yue juga ikut ibu Ying-ju membantu di tempat Master. Setelah mendengarkan nasihat Master, hati Mei-yue pun akhirnya terbuka dan menjadi sangat menghargai perjuangan Ying-ju. Di sisi lain, rumah yang disewa Ying-ju dan Mei-yue sering bocor saat musim hujan. Melihat kondisi itu, Ying-ju pun berencana membeli rumah. Meski tabungan mereka tidak seberapa, tetapi Ying-ju tetap bersikeras mau membeli rumah.
