Kaligrafi Tiongkok

Produk heySTARTIC (Foto: Instagram.com/@heystartic)

Kakak beradik Agnes dan Vania Santoso mendirikan heySTARTIC yang berfokus membuat produk fashion dari daur ulang kertas semen, kantong plastik, bungkus kemasan, dan sebagainya.

heySTARTIC mempromosikan gaya hidup berkelanjutan melalui inovasi daur ulang untuk aneka produk fashion dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui pengembangan inovasi daur ulang, heySTARTIC menghadirkan produk-produk fashionable, bahkan yang menyerupai kulit.

Produk yang dihasilkan adalah tas daur ulang, kursi daur ulang, botol, payung ecoprint, dompet, gantungan kunci, tempat laptop, clutch, pouch, sandal, kap lampu, alas meja, dan sebagainya.

Produk-produk tersebut juga dijual dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp50.000 sampai Rp1,2 juta untuk setiap produknya.

Produknya juga tersedia di e-commerce, media sosial seperti Instagram, serta dijual secara offline di galeri toko oleh-oleh Surabaya.

Pada awalnya, Agnes dan Vania Santoso membuat komunitas anak muda di tahun 2005. Fokusnya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat pada lingkungan, termasuk manajemen sampah.

Saat itu, ada banyak produk daur ulang yang dibuat, tetapi saat dijual di Indonesia ternyata belum banyak peminat produk tersebut.

Padahal, saat berkesempatan ikut kegiatan internasional dan bertemu orang-orang yang peduli lingkungan, produk mereka laris manis.

“Contohnya, ketika jual sabuk daur ulang kantong plastik di tahun 2012-an seharga USD15, orangnya bilang, ‘Kok murah banget?’” ujar pihak heySTARTIC dikutip dalam keterangan di Instagram-nya, Selasa (8/8).

Hal ini pun menjadi salah satu motivasi, bahwa sebenernya produk daur ulang itu punya penggemar dan pasarnya sendiri.

Setelah ditelusuri, ternyata memang ada perbedaan perilaku konsumen di dalam negeri, yakni antara mereka yang sudah sadar serta bisa mengapresiasi produk berkelanjutan, dan mereka yang masih acuh tak acuh.

Meski demikian, sulit bukan berarti tidak mungkin. Berbekal semangat kolaboraksi, akhirnya dari skripsi Vania, jadilah heySTARTIC di tahun 2014 yang memobilisasi aneka inovasi daur ulang untuk bisa lebih fashionable, serta menjadi media edukasi lingkungan.

Salah satu pertanyaan yang sering diajukan pengunjung kepada heySTARTIC, adalah terkait material produk yang mirip dengan bahan kulit.

Padahal produk tersebut merupakan hasil daur ulang dari kertas semen. Aneka kreasi lain yang juga menarik perhatian konsumen, adalah bungkus kemasan yang diubah jadi motif menawan, kantong plastik jadi anyaman unik, dan lainnya.

“Kami percaya dengan kekuatan fashion yang dapat menjadi alat untuk mempromosikan gaya hidup berkelanjutan dengan menarik. Kami juga telah mendaur ulang kardus susu untuk menjadi bahan dalam, kemasan saset untuk menjadi motif lipat yang unik, kantong plastik menjadi rajutan, dan lainnya. Kami berupaya memberikan yang terbaik untuk desain dan nilai fungsi produk sambil menerapkan konsep keberlanjutan,” jelas heySTARTIC.

Saat ini heySTARTIC telah memberdayakan 11 pionir sebagai perajin dan membawahi 2-3 perajin lainnya, fasilitator lokakarya, dan penjual produk heySTARTIC ataupun penjualan produknya, menggunakan merek masing-masing.

Selain menjual produk, heySTARTIC juga mendukung aksi iklim lewat beberapa gerakan, yakni sebagai berikut.

Sustainable Fashion: produksi produk daur ulang yang fashionable, produk fashion yang ramah lingkungan;

Arts in Education: mengedukasi gaya hidup ramah lingkungan lewat lokakarya; dan

Circular Economy: berkolaborasi dengan pebisnis dan masyarakat untuk mengumpulkan dan mendaur ulang sampah.

“Semoga dari hal kecil yang heySTARTIC lakukan, bisa jadi makin berdampak positif dan lebih banyak masyarakat yang bangga buatan Indonesia!” tutup heySTARTIC.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: