Ilustrasi hemat pengeluaran (Foto: gokgakphotos via Canva Pro)
Momen Ramadan biasanya menjadi salah satu waktu yang dimanfaatkan untuk berkumpul dengan kerabat dekat lewat acara buka puasa bersama (bukber). Namun, jika terlalu sering, kondisi keuangan malah bisa terancam.
Selama bulan Ramadan, banyak orang yang merasa telah menghemat banyak budget belanja. Pasalnya, di siang hari merupakan waktu orang-orang untuk berpuasa.
Namun, ternyata ada beberapa pengeluaran yang tampak sepele, tapi bisa jadi lumayan besar jika diakumulasi. Contohnya, adalah mengikuti terlalu banyak kegiatan bukber yang diadakan dari teman sekolah, kuliah, sampai rekan kerja.
Beberapa pengaluaran lainnya, adalah seringnya jajan takjil untuk buka puasa, tergoda promo dan diskon di bulan Ramadan, sering beli baju atau aksesori terbaru, beli bingkisan lebaran, sampai bagi-bagi THR.
Pengeluaran-pengeluaran tersebut mungkin terlihat masih wajar selama masa puasa. Namun, usahakan agar pengeluaran tersebut tidak membuat Sahabat DAAI malah menjadi boros, bahkan tidak bisa menabung.
Untuk itu, Sahabat DAAI perlu mengatur pengeluaran di bulan puasa berdasarkan prioritas agar tidak boros selama berpuasa.
Berikut adalah beberapa cara untuk menghemat pengeluaran selama Ramadan yang bisa diterapkan Sahabat DAAI.
1. Atur Prioritas dengan Budgeting
Untuk memastikan agar pengeluaran tidak bengkak, Sahabat DAAI bisa mencoba membuat budgeting di bulan puasa sesuai skala prioritas dan kebutuhan, serta kemampuan keuangan.
Budgeting adalah proses melakukan perencanaan, melaksanakan, dan mengelola anggaran yang masuk. Proses budgeting sendiri, merupakan perkiraan alokasi dana yang merupakan panduan untuk membuat budget plan. Di dalam pelaksanaanya, seseorang perlu melakukan pengendalian dana seperti mengalokasikan dana untuk dana darurat, tabungan, asuransi, atau investasi.
Hal yang terpenting, adalah sesuaikan dengan budget dan prioritaskan yang paling penting. Jangan lupa untuk disiplin mengikuti budgeting dan melakukan evaluasi, sehingga menghindari terjadinya over budgeting.
2. Hindari Kebiasaan Impulsive Buying
Bulan Ramadan biasanya banyak promo dan potongan harga yang bertebaran di toko online atau offline. Usahakan agar Sahabat DAAI tidak tergoda dengan diskonan, sehingga bisa menghindari membeli barang yang sebenarnya mungkin tidak diperlukan. Inilah yang disebut dengan impulsive buying, alias kebiasaan membeli tanpa berpikir panjang.
Padahal, puasa menjadi waktu yang baik untuk menahan diri dari godaan. Tak terkecuali juga dari godaan promo dan diskon yang sebenarnya tidak termasuk dalam anggaran belanja yang telah dibuat.
Namun, bukan berarti Sahabat DAAI dilarang untuk belanja dan memanfaatkan promo. Hal ini tetap boleh dilakukan, asalkan hal yang dibeli merupakan barang yang benar-benar dibutuhkan. Contohnya, ada promo tiket kereta atau pesawat untuk mudik di hari Lebaran, atau ada promo hampers untuk dikirimkan ke keluarga atau kolega.
3. Waspada Terjebak FOMO Ajakan Bukber
Ajakan bukber sering menjadi momen yang dinantikan di masa Ramadan. Namun, bukan berarti Sahabat DAAI harus mengiakan semua ajakan bukber. Kurangi mengikuti bukber, hanya karena merasa takut ketinggalan atau Fear of Missing Out (FOMO).
Jangan lupa untuk mengatur prioritas pengeluaran sepanjang bulan puasa lewat budgeting. Jika budget hanya tersedia untuk empat kali buka puasa bersama, artinya Sahabat DAAI juga harus tegas ke diri sendiri untuk bisa menolak ajakan lainnya.
Prioritaskan acara bukber mana yang paling penting untuk dihadiri dan sesuaikan juga dengan budget bulanan.
4. Jangan Lupa Menabung
Terakhir dan terpenting adalah jangan lupa menyisihkan dana untuk menabung. Uang tabungan wajib disisihkan, bukan disisakan. Apalagi saat bulan puasa, sebenarnya ada semakin besar peluang untuk menabung.
Pasalnya, selain bisa lebih berhemat dari jatah makan siang dan jajan, Sahabat DAAI juga akan mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) yang bisa menambah tabungan.
Untuk memastikan bisa menabung secara rutin, Sahabat DAAI bisa mengaktifkan fitur autodebet atau pasang alarm agar tidak lupa dan terlewat.
Jangan lupa untuk rutin mengatur nominal tabungan dan jadwal yang diinginkan, bisa per bulan, per minggu, bahkan setiap hari. Dengan demikian, pengeluaran dan tabungan bisa tetap seimbang.

