Kaligrafi Tiongkok

Mahasiswa UM Surabaya saat memeragakan Scalextric Bike di Expo Penutupan KKN (Foto: UM Surabaya)

Mahasiswa Kelompok 33 Kuliah Kerja Nyata (KKN) UM Surabaya menciptakan sepeda terapi untuk anak berkebutuhan khusus (ABK).

Mahasiswa yang melakukan KKN di lokasi Gunung Anyar Surabaya tersebut, berhasil menciptakan alat inovasi bernama Scalextric By Bike.

Alat tersebut dicipatakan untuk mengatasi solusi terapi fisik berteknologi, sekaligus membantu meningkatkan motorik siswa, terutama siswa berkebutuhan khusus.

Wakil Ketua kelompok KKN 33 FatimatuS Zahro Prodi Akuntansi mengatakan, ide yang digagas bersama timnya dilatarbelakangi oleh masalah yang kerap terjadi di SMP Muhammadiyah 18 Surabaya.

Menurutnya, alat tersebut dikhususkan untuk ABK yang apabila sedang tantrum tindakannya menganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas, sebab dalam kasus tersebut anggotanya tidak hanya anak-anak berkebutuhan khusus saja.

“Alat ini dibuat untuk meredakan tantrum, melatih saraf motorik, juga sarana olaharga untuk ABK,” ujar Fatima dikutip dalam keterangannya, Selasa (5/9).

 

Efektivitas

Setelah melewati tahap uji coba, alat tersebut terbukti bisa mengalihkan stres dan tantrum dari ABK agar energi mereka tersalurkan dengan mengayuh sepeda.

Hanya dengan menyalakan display LED P10 akan memunculkan warna merah secara keseluruhan, sehingga tidak menganggu siswa yang lain, serta sebagai sarana positif untuk melatih saraf motorik dan olahraga fisik.

“Hal ini bertujuan agar suasana kelas kondusif, guru pendamping juga tidak kerepotan akibat tantrum ABK,” kata Fatima.

 

Cara Kerja

Fatima menjelaskan, cara kerja sepeda tersebut juga cukup mudah, yakni cukup dengan dikayuh yang akan menggerakkan sebuah gear.

Gear ini selanjutnya terhubung ke sebuah generator mini. Setiap putaran kayuhan sepeda akan menghasilkan tegangan DC antara 10 hingga 20 volt.

Tegangan DC dari generator mini kemudian dihubungkan ke stepdown DC to DC dengan input 12 Volt-24 Volt yang menghasilkan output tegangan 5 Volt. Dari output module stepdown, tegangan ini akan dimasukkan ke dalam module Arduino dan nanti akan di program 0 Vdc lampu akan off dan 5 Vdc lampu LED jenis P10 akan menyala secara keseluruhan.

Terdapat 10 langkah yang dimulai dengan 0,9 Vdc yang akan menyalakan 1/10 lampu LED, kemudian 2 Vdc untuk menyalakan 2/10 LED, dan seterusnya hingga mencapai lampu 10/10.

Menariknya, semakin kencang pengayuh sepeda, semakin besar tegangan yang dihasilkan oleh generator, dan lampu LED akan bergerak dari bawah ke atas hingga semuanya menyala.

Ketika misi menyalakan lampu selesai, buzzer akan menyala, menandakan pencapaian yang membanggakan.

“Semakin dikayuh, maka generator semakin besar mengeluarkan tegangan dan lampu LED akan bergerak dari bawah ke atas hingga nyala semua. Lalu buzzer akan menyala menandakan misi menyalakan lampu selesai,” tutup Fatima.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: