Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi kulit terbakar (Foto: shisuka via Canva Pro)

Matahari adalah salah satu sumber utama sinar UV yang paparannya tidak bisa dihindari dalam kegiatan sehari-hari. Paparan sinar UV yang berlebihan, bisa menimbulkan banyak masalah bagi kulit.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, indeks UV di beberapa wilayah di Indonesia mencapai kategori risiko ekstrem pada beberapa waktu belakangan ini.

Tentunya, hal ini perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan ketidaknyamanan saat beraktivitas, khususnya selama berpuasa.

Selain itu, indeks sinar UV yang tinggi juga bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan kulit, bahkan bisa membuat kulit rentan terbakar.

Salah satu cara untuk meminimalkan paparan sinar UV, adalah dengan menggunakan produk tabir surya (sunscreen).

Penggunaan tabir surya bisa melindungi kulit dari paparan sinar matahari secara langsung, serta bisa membantu mempertahankan warna kulit.

Jika masih abai pada penggunaan tabir surya, Sahabat DAAI bisa berpotensi mengalami beberapa risiko berikut ini.

 

1. Kulit Terbakar

Risiko umum yang biasanya dialami kulit saat terlalu lama atau terlalu sering terkena paparan sinar matahari, adalah kulit terbakar (sunburn).

Biasanya, gejala kulit terbakar bisa muncul dalam waktu beberapa jam sampai beberapa hari setelah kulit terkena paparan sinar UV secara berlebihan.

Beberapa gejala yang timbul dari kondisi kulit terbakar, adalah warna kulit yang menjadi kemerahan, kulit terasa gatal, perih, terkelupas, kulit membengkak, sampai melepuh.

 

2. Kanker Kulit

Paparan sinar UV yang berlebihan pada kulit juga bisa menyebabkan kanker kulit, termasuk melanoma, karsinoma sel basal, atau karsinoma sel skuamosa.

Umumnya, penyebab kanker kulit adalah adannya radiasi sinar UV yang menyebabkan kerusakan pada kromosom dan mengakibatkan mutasi DNA dalam tubuh.

Saat terkena kanker kulit, biasanya akan muncul luka yang tidak kunjung sembuh pada kulit, benjolan, sampai bercak hitam di tangan atau kaki.

 

3. Katarak

Paparan radiasi sinar UV dalam jangka panjang juga bisa menyebabkan kerusakan para retina mata, sampai menimbulkan katarak.

Demi meminimalkan risiko ini, Sahabat DAAI perlu menggunakan kacamata hitam yang bisa melindungi mata dari paparan sinar UV langsung.

 

4. Penuaan Dini

Masalah lain yang bisa timbul dari seringnya terkena paparan sinar UV langsung ke kulit, adalah penuaan dini.

Kalau Sahabat DAAI terlalu sering terkena paparan sinar matahari, Sahabat DAAI berpotensi mengalami kulit keriput, kendur, sampai pori-pori membesar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: