Kaligrafi Tiongkok

Arizbeth Dionisio Ambrosio menyusui bayi korban Badai Otis (Foto: Secretary of Security for Mexico City)

Arizbeth Dionisio Ambrosio (33), seorang petugas polisi di Meksiko, Amerika Utara, menyusui seorang bayi yang menjadi korban Badai Otis.

Badai Otis menerjang Kota Acapulco, Meksiko, pada 25 Oktober lalu. Dampak Badai Otis di Pantai Barat Meksiko, menewaskan lebih dari 40 orang dan menghancurkan kota pantai Acapulco, dengan kerugian ekonomi yang diperkirakan mencapai USD10 miliar.

Dua hari setelah badai, Ambrosio sedang sibuk menyingkirkan pohon-pohon yang tumbang, tiang-tiang listrik, dan mobil-mobil yang tersapu badai.

Mengutip dari The Washington Post, Ambrosio merupakan salah satu dari ratusan polisi Meksiko yang dikerahkan untuk membantu warga yang kehilangan hampir semua harta benda akibat badai Kategori 5 tersebut.

Saat sedang membersihkan puing-puing, ibu dari dua anak ini menemukan seorang wanita yang sedang menggendong seorang bayi.

Saat ditanya oleh Ambrosio, sang ibu mengaku bahwa anaknya yang berusia hampir 4 bulan merasa kelaparan karena belum makan dalam waktu yang cukup lama.

Sang ibu juga mengaku dirinya tidak dapat menyusui putranya sendiri, sehingga bayi tersebut terus menerus menangis.

“Saya fokus pada bayi itu dan bertanya kepadanya bagaimana kami bisa membantunya,” ujar Ambrosio, dikutip Rabu (3/1).

Ambrosio yang juga sedang menyusui anaknya yang berusia 1 tahun, tergerak untuk membantu mereka. Akhirnya, Ambrosio menawarkan diri untuk menyusui bayi penyintas bencana tersebut.

Mendengar hal ini, sang ibu pun mempersilakan Ambrosio untuk menyusui anaknya. Setelah bayi tersebut menerima ASI, tangisannya pun perlahan mereda.

Ambrosio terlalu fokus untuk menyusui bayi tersebut, sampai lupa bertanya siapa nama bayi yang ia tolong dan alasan mengapa bayi tersebut tidak diberikan ASI.

“Ketika Anda berada dalam situasi seperti itu, Anda tidak berpikir untuk membantu atau tidak. Ketika sang ibu memberikan bayi itu kepada saya, saya teringat akan kedua anak saya di rumah. Saya merasakan kedamaian karena saya bersama bayi itu, memberikan apa yang dia butuhkan saat ini,” kata Ambrosio.

Setelah selesai merawat sang bayi, Ambrosio dan wanita tersebut saling berterima kasih dan berpisah. Ambrosio mengambil helm, kotak P3K, dan peralatan lainnya untuk melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan. Saat itulah terakhir kalinya Ambrosio melihat bayi tersebut.

Beberapa hari kemudian, atasan Ambrosio memintanya untuk datang ke markas sekretaris keamanan Kota Meksiko setelah dia kembali dari perjalanan.

Di sana Ambrosio bertemu dengan Pablo Vázquez Camacho, pejabat tinggi kepolisian kota, yang bertanya kepadanya tentang pertemuannya dengan bayi tersebut.

Kemudian, Camacho memberitahu Ambrosio bahwa tindakan mulianya telah membuatnya naik pangkat dari “policía primera” menjadi “suboficial“, menempatkannya di jalur kepemimpinan untuk mengelola tim yang terdiri atas para perwira lainnya.

“Atas panggilan pelayanannya kepada warga dan untuk mengangkat nama Policía Ciudad de México, kolega saya Arizbeth Dionisio Ambrosio dari #Zorros Group, yang melindungi nyawa seorang bayi di #Acapulco, dipromosikan. Karyanya adalah contoh #humanisme untuk semua,” tulis Camacho di media sosial.

Namun, Ambrosio yang mengaku terkejut dengan promosi tersebut, tidak menganggap apa yang dilakukannya sebagai sesuatu yang mulia, heroik, atau luar biasa.

“Itu adalah apa yang harus saya lakukan dan saya melakukannya. Di dalam situasi seperti itulah Anda bertemu dengan anak-anak, orang dewasa, orang-orang yang – lebih dari sekadar objek – membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan mereka,” tutup Ambrosio.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: