by Gilang Syahbani | 15 Apr 2022 | Hingga Ujung Waktu
Saat kaki ibu Mei-yue terkilir, Ying-ju yang kebetulan sedang membantu keluarga mereka mengantarkan kulkas juga sekalian membantu ibu Mei-yue mengangkat jemuran dan lobak. Selain itu, Ying-ju masih membantu ibu Mei-yue mengompres kakinya dan membeli tempelan koyo...
by Gilang Syahbani | 14 Apr 2022 | Hingga Ujung Waktu
Ibu Mei-yue sangat menentang hubungannya dengan Ying-ju. Bahkan saat Ying-ju menjemput Mei-yue pergi bekerja, ibu Mei-yue mengatakan pada Ying-ju bahwa Mei-yue sudah berangkat. Ibunya masih tidak begitu mengindahkan Ying-ju. Melihat kondisi tersebut, Ying-ju yakin...
by Gilang Syahbani | 13 Apr 2022 | Hingga Ujung Waktu
Mendengar Ying-ju akan mengunjungi klien asuransinya pada akhir pekan, Mei-yue pun mau sekalian ikut ke Yilan guna mengunjungi teman-temannya. Di depan teman-teman Mei-yue, karena Mei-yue sendiri tidak enak hati mengenalkan pacarnya, Ying-ju sendiri yang...
by Gilang Syahbani | 12 Apr 2022 | Hingga Ujung Waktu
Sejak melewati Festival Kue Bulan bersama, Ying-ju dan Mei-yue akhirnya resmi berpacaran. Berhubung tidak ingin rekan kerja di kantor berkata yang bukan-bukan, Mei-yue meminta Ying-ju untuk tidak menceritakan hubungan mereka terlebih dahulu. Mei-yue juga belum...
by Gilang Syahbani | 11 Apr 2022 | Hingga Ujung Waktu
Berhubung Ying-ju sudah memiliki motor, dia bisa mengantarkan ibunya ke tempat Master. Setelah membantu di tempat Master, Ying-ju juga mengantarkan ibunya ke pasar untuk mensosialisasikan kegiatan celengan bambu. Semua yang di pasar menyambut baik kegiatan tersebut,...
by Gilang Syahbani | 10 Apr 2022 | Hingga Ujung Waktu
Di saat tim bisbol yang dipimpinnya kalah bertanding, Ying-ju yang sedang bersedih malah mendengar bahwa Mei-yue melakukan perjodohan. Berhubung tidak berani mengungkapkannya, Ying-ju merasa Mei-yue pasti tidak menyukainya, makanya mau dijodohkan. Ying-ju menjadi...