Saat kaki ibu Mei-yue terkilir, Ying-ju yang kebetulan sedang membantu keluarga mereka mengantarkan kulkas juga sekalian membantu ibu Mei-yue mengangkat jemuran dan lobak. Selain itu, Ying-ju masih membantu ibu Mei-yue mengompres kakinya dan membeli tempelan koyo untuknya. Ibu Mei-yue bisa merasakan kepedulian Ying-ju, tetapi dia masih tidak tenang menyerahkan Mei-yue padanya, karena berpikir Mei-yue tidak bisa mengerjakan apa-apa, sedangkan anggota keluarga Ying-ju sangat banyak. Ibu Mei-yue khawatir Mei-yue akan hidup susah setelah menikah dengan Ying-ju. Namun, Mei-yue sangatlah bersikeras. Berhubung tidak tega melihat sikap Mei-yue yang begitu bersikeras, ibu Mei-yue akhirnya menyerah. Meski merasa berat, tetapi dia tetap menghargai pilihan Mei-yue.
