Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi pasangan yang adopsi anak down syndrome (Foto: people.com/Jordan Glause)

Shannon (52) dan suaminya, Troy (56), mengadopsi 6 anak berkebutuhan khusus untuk memberikan kehangatan keluarga kepada keenam anak tersebut.

‘Setiap anak berhak mendapatkan sebuah keluarga,’ Shannon Pinkerton mempelajari hal ini dari orang tuanya yang mengelola sebuah panti asuhan untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Mengutip dari People, pada tahun 2009 lalu Shannon dengan mudah membuat keputusan untuk mengasuh Joey (10), seorang anak yang menderita down syndrome.

“Anak kandung kami, Cody, memohon kepada kami untuk mengadopsinya. Saya selalu memiliki hati untuk anak-anak ini,” ujar Shannon dikutip dalam keterangannya, Senin (30/10).

Hampir 15 tahun kemudian, Shannon dan Troy kembali mengadopsi lima pemuda lain dengan down syndrome, yakni Devlin (18), Julian (20), Cameron (23), Anthony (25), dan Tracee (28).

Tidak hanya mengidap down syndrome, beberapa dari pemuda tersebut juga memiliki gangguan perkembangan seperti autisme nonverbal dan dwarfisme.

Shannon mengatakan bahwa tidak pernah ada momen yang membosankan, baik saat mereka berkumpul untuk beraktivitas bersama keluarga maupun saat berbelanja bersama di supermarket.

“Mereka senang berada di sini karena mereka tidak menjalani kehidupan yang membosankan. Mereka bisa berkemah atau pergi ke Disneyland. Jika mereka mungkin berada di sebuah panti asuhan, mereka akan hidup dari hari ke hari dan tidak bisa melakukan apa yang bisa dilakukan oleh orang normal. (Namun, saat tinggal di sini) anak-anak itu benar-benar bisa bepergian,” kata Troy.

Shannon melanjutkan, dirinya ingin anak-anak tersebut memiliki pengalaman hidup yang tidak bisa mereka dapatkan ketika tinggal di panti asuhan.

“Jika Anda mengenal mereka, Anda akan langsung jatuh cinta pada mereka. Mereka tidak menghakimi siapa pun. Mereka sangat baik hati,” ungkap Shannon.

Selama akhir pekan, Shannon dan Troy selalu menghabiskan waktu bersama anak dan cucu mereka, baik untuk menonton pertandingan olahraga maupun untuk berjalan-jalan santai.

“(Anak-anak) membuat hidup menjadi menarik dan membawa banyak kegembiraan. Kami hanya ingin membantu mereka dan memberi mereka tempat yang bisa disebut sebagai rumah,” tutup Troy.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: