Kaligrafi Tiongkok

Pak Oman guru di SDN Wanajaya III (Foto: YouTube Cerita Sahabat)

Pak Oman (63) adalah satu-satunya guru di SDN Wanajaya III Kelas Jauh, Kampung Cilele, Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang.

Kisah Pak Oman dimulai sejak tahun 1990-an, saat dirinya tidak sengaja pergi berkebun di sekitar Kampung Cilele

Sebagai seorang pendatang, Pak Oman melihat ada banyak anak di desa tersebut yang tidak bersekolah. Fasilitas sekolah yang juga cukup jauh, menjadi salah satu alasan mereka mengurungkan niatnya untuk bersekolah.

Tidak hanya itu, di desa tersebut juga masih banyak anak-anak yang belum bisa membaca atau menulis.

Prihatin dengan keadaan tersebut, pada tahun 1999 Pak Oman mulai bertekad untuk membangun tempat belajar bagi anak-anak di desa tersebut.

“Alhamdulillah berkat dukungan dari warga sekitar dan juga wali murid, akhirnya berdirilah satu bangunan mirip kandang untuk belajar. Saat itu tidak ada dinding, kursi, atau meja. Jadi seadanya, hanya saja jangan sampai anak-anak itu waktu hujan mereka kehujanan, waktu panas mereka kepanasan, itu saja,” ujar Pak Oman dikutip dalam YouTube Cerita Sahabat, Senin (17/4).

Tempat yang awalnya digunakan sebagai sarana belajar membaca dan menulis, kini menjadi sekolah bayangan secara resmi untuk SDN Wanajaya III.

Sekolah ini berlokasi di kawasan Perhutani yang dibangun dengan sistem pinjam pakai, sehingga bangunan sekolahnya tidak boleh permanen.

Seiring berjalannya waktu, bangunan sekolah kini sudah lebih bagus dibandingkan sebelumnya. Hal ini, bisa terwujud berkat bantuan dari masyarakat dan dana bantuan operasional sekolah (BOS), sehingga kegiatan belajar di sekolah bisa berjalan lancar.

Di sisi lain, setelah mengabdi sebagai seorang guru honorer, akhirnya pada tahun 2015 Pak Oman lulus tes menjadi guru PNS.

Sayangnya, kesempatan Pak Oman menjadi guru PNS hanya dirasakan selama empat tahun karena terkendala umur. Setelahnya, Pak Oman diharuskan untuk pensiun tanpa menerima uang pensiuan. Ini karena, aturan terkait uang pension baru bisa diberikan kepada PNS yang memiliki masa kerja sekurangnya selama lima tahun.

Meski kembali menjadi guru honorer, tetapi Pak Oman akan terus mengabdi untuk mencerdaskan anak-anak di wilayah terpencil ini.

Tidak hanya jenjang SD, Pak Oman juga mengajar murid pada jenjang SMP-SMA di sebuah sekolah non formal yang tidak jauh dari SD.

Dengan demikian, setelah lulus SD murid yang melanjutkan sekolah ke jenjang SMP dan SMA akan bertemu Pak Oman lagi sebagai guru di sekolah tersebut.

Setelah berdiri selama 24 tahun, kini SDN Wanajaya III menampung total 150 murid. Ini adalah jumlah yang luar biasa, khususnya bagi sekolah yang berada di pelosok desa yang sangat jauh dari ingar-bingar kehidupan kota.

Demi menambah penghasilan sehari-hari, Pak Oman juga membuka warung yang tidak jauh dari sekolah tempatnya mengajar.

Selain membuka warung sederhana, Pak Oman juga bertani dengan menanam buah-buahan, sayur mayur, sampai padi.

“Kita harus syukuri juga, walaupun honor kalau dihitung-hitung tidak mencukupi, tapi, kan, Alhamdulillah bisa cukup, dan juga masalah mengurus anak-anak ini memang kewajiban kita,” tutup Pak Oman.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: