Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi jualan online (Foto: Odua Images via Canva Pro)

Bulan Ramadan menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim di dunia, tidak terkecuali bagi para pelaku usaha kuliner online.

Ramadan dianggap menjadi salah satu momentum baik dan peluang besar bagi pebisnis kuliner online untuk menaikkan pendapatannya.

Saat momen Ramadan ini, layanan platform online food delivery (OFD) tetap menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk mendapatkan makanan saat sahur atau berbuka puasa.

Untuk itu, pemilik usaha kuliner online perlu memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin untuk bisa meningkatkan penjualannya.

Berikut adalah beberapa cara jualan kuliner online di bulan Ramadan yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha kuliner online agar jualan makin laris manis.

 

1. Pahami Waktu Favorit Pelanggan Selama Ramadan

Pelaku usaha kuliner, perlu mengetahui waktu-waktu yang tepat untuk berjualan agar usaha laris manis.

Pertama, pada pukul 16.00-19.00, pelanggan mulai berselancar di platform online untuk mencari menu buka puasa dan melakukan transaksi. Pastikan Sahabat DAAI telah menyediakan stok bahan baku untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Kedua, pada waktu sahur pukul 02.00-04.00. Tidak banyak pelaku usaha kuliner yang membuka restoran selama 24 jam, maka membuka restoran di waktu sahur bisa jadi kesempatan bagi Sahabat DAAI untuk meningkatkan omzet.

 

2. Jual Menu yang Paling Dicari Pelanggan

Selain tahu waktu terbaik untuk berjualan, Sahabat DAAI juga perlu memilih menu yang mudah diolah agar proses dalam pengemasan menu makanan dapat dilakukan dengan cepat, serta pelanggan tidak menunggu terlalu lama.

Sahabat DAAI dapat menjual menu khas berbuka puasa yang paling dicari oleh pelanggan selama Ramadan seperti es cendol, sop buah, aneka gorengan, hingga jajanan pasar.

 

3. Hadirkan Paket Menu Khusus Ramadan

Untuk menarik perhatian pelanggan, Sahabat DAAI bisa mengembangkan menu-menu paket makanan yang dijual, seperti paket berbuka gratis takjil, paket keluarga, paket sahur, paket Ramadan hemat, atau paket menu traktir driver untuk mengajak pelanggan berbagi kebaikan dan rezeki.

 

4. Buat Promosi dan Iklan untuk Tarik Minat Pelanggan

Promosi memberikan opsi bagi pelanggan untuk menikmati menu berbuka puasa atau sahur dengan lebih terjangkau, sedangkan iklan bisa jadi cara jitu menjangkau lebih banyak pelanggan.

Di platform online, pelaku usaha kuliner dapat memilih ragam promosi berupa kampanye promo, diskon menu, maupun kategori iklan yang disediakan oleh penyedia platform.

 

5. Pastikan Stok Bahan Baku Aman

Di tengah tingginya pesanan pelanggan, sangat penting untuk memastikan stok bahan baku sudah tersedia dan aman.

Jika Sahabat DAAI membutuhkan stok bahan baku dengan jumlah banyak selama Ramadan, Sahabat DAAI bisa membuat perjanjian terlebih dahulu dengan supplier untuk memastikan tidak ada kenaikan harga.

 

6. Persiapkan Karyawan Cadangan

Meningkatnya volume konsumen dan antisipasi lonjakan pesanan saat bulan Ramadan, bisa disiasati dengan cara menambah karyawan cadangan.

Meskipun resto sedang dalam kondisi ramai, pelayanan yang diberikan tetap dapat berjalan dengan lancar dan maksimal.

 

7. Buat Foto Menu yang Bercerita dan Menggugah Selera

Hampir 90% informasi yang dikirim ke otak manusia bersifat visual, sehingga foto menu punya peran krusial untuk menjadi penentu pertama pelanggan dalam membeli atau tidaknya sebuah produk, khususnya di platform online.

Di era smartphone saat ini, Sahabat DAAI sudah bisa membuat foto menu yang menarik dengan mudah dan hemat hanya dengan kamera ponsel.

 

8. Manfaatkan Kekuatan Media Sosial

Saat ini, banyak pelanggan yang mencari rekomendasi restoran atau makanan melalui media sosial.

Untuk semakin menunjang pemasaran resto selama bulan Ramadan, Sahabat DAAI bisa memanfaatkan media sosial sebagai kanal untuk menghadirkan konten-konten kreatif mengenai resto atau promo menarik.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: