Sumber Gambar : Canva Pro
Penulis : Grace Kolin
Rutinitas yang monoton terkadang membuat sebagian orang mampu menyelesaikan segala aktivitasnya secara otomatis, tanpa ia sadari. Fenomena ini dikenal sebagai mode autopilot. Apa itu? Mengutip dari Satu Persen, ada dua mode yang dijalankan otak manusia dalam mengambil keputusan, yaitu mode intensional dan mode autopilot.
Mode autopilot biasanya digunakan seseorang kala ia mengambil keputusan dalam waktu cepat berdasarkan informasi yang minim atau biasa disebut dengan snap judgement. Mode ini adalah salah satu bentuk sistem yang membuat manusia bisa bertahan hidup sejak zaman dulu. Pasalnya, dalam kendali mode ini, manusia tidak perlu berpikir keras untuk melakukan sesuatu yang sifatnya berulang-ulang atau repetitif.
Mode ini tidak hanya diterapkan manusia pada zaman dahulu, melainkan juga pada masa sekarang. Di balik fungsi awalnya yang ditujukan untuk membantu manusia bertahan hidup, kini mode autopilot juga digunakan manusia dalam menjalani rutinitas hidup atau bahkan dalam mengambil keputusan.
Lantas bagaimana jika mode ini secara terus menerus diaplikasikan dalam melakukan aktivitas? Hal ini tentu akan mendatangkan sejumlah masalah. Menurut Satu Persen, ketika seseorang mengambil keputusan dalam mode autopilot, seseorang akan cenderung mengambil keputusan yang tidak sesuai dengan keinginannya. Hal ini dikarenakan pada saat pengambilan keputusan, kesadarannya tidak penuh atau bisa dikatakan tidak mindful.
Tidak hanya dari segi pengambilan keputusan, melansir dari kumparan.com, hidup secara autopilot juga dapat membuat seseorang kerap merasa tidak ‘utuh’ dalam menjalani kehidupannya hingga memicu penurunan kualitas hidup dan produktivitas akibat rasa bosan terhadap aktivitas yang itu-itu saja,
Pertanyaannya, apakah manusia harus berhenti hidup secara autopilot? Praktisi kesehatan mental, Adji Santosoputro dalam acara workshop via Zoom bertajuk Stop Autopilot, Start Taking Control, yang diadakan pada Sabtu, 29 Mei 2021 lalu, autopilot bukanlah sesuatu yang keliru dan perlu dihentikan, melainkan mesti disadari. Dengan menyadari adanya autopilot, seseorang dapat hidup lebih mindful.
Artikel ini dibuat dari berbagai sumber

