Ilustrasi: Hujan deras yang terjadi selama musim hujan menyebabkan banjir di wilayah DKI Jakarta. (Foto/Canva) Ilustrasi: Hujan deras yang terjadi selama musim hujan menyebabkan banjir di wilayah DKI Jakarta. (Foto/Canva)

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menetapkan Provinsi DKI Jakarta dengan status level siaga, mulai dari tanggal 14-15 September 2021.

Level siaga ini ditetapkan berdasarkan perkiraan cuaca berbasis dampak hujan lebat di Indonesia bagian barat oleh BMKG. Cuaca ekstrem ini berpotensi menimbulkan bencana alam seperti hujan lebat, banjir, dan banjir bandang. 

Hal ini disebabkan oleh meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia akibat gelombang Rossby dan terbentuknya belokan maupun pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi).

Perubahan suhu yang menurun akibat musim hujan dan datangnya banjir ini juga dapat menyebabkan berbagai penyakit, sehingga masyarakat diharapkan lebih waspada. 

Hal ini turut dijelaskan oleh dr. Melvin Junius, seorang dokter umum dalam acara Bincang Sehati DAAI TV.

“Pada saat musim hujan, virus-virus lebih mudah berterbangan. Partikel virus yang lebih kecil dari bakteri menyebabkan masyarakat rawan terkena berbagai macam penyakit saat banjir.” ujar dr. Melvin

Tips Menghadapi Level Siaga di Wilayah DKI Jakarta

Selain memperhatikan kesehatan, terdapat beberapa tips lainnya dalam menghadapi level siaga di wilayah DKI Jakarta:

1.Pantau Ketinggian Muka Air

Untuk memantau kemungkinan terjadinya banjir di wilayah DKI Jakarta, masyarakat dapat melakukan pemantauan terhadap kondisi muka air. 

Terdapat websites  yang bisa masyarakat akses, yaitu situs Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta. Pemantauan dapat diakses melalui link https://bpbd.jakarta.go.id/waterlevel/.  

Melalui situs tersebut, terdapat informasi mengenai tinggi air dan status  siaga di setiap jam.  Status normal ditandai dengan warna abu-abu, siaga 3 berwarna kuning, siaga 2 berwarna orange, sedangkan siaga 1 berwarna merah. 

2. Pantau dan Laporkan Banjir

Apabila menemukan potensi genangan air maupun banjir, masyarakat dapat melaporkan melalui aplikasi Jakarta Kini (Jaki) dan websites petabencana.id.

Dengan mengirimkan laporan, masyarakat dapat membantu Pemprov DKI Jakarta dan orang lain untuk menyalurkan informasi secara real-time sehingga orang lain bisa menghindari wilayah banjir tersebut. 

3. Ikuti Tata Cara Panduan Kesiapsiagaan Saat Ada Potensi dan Terjadinya  Banjir

dalam menghadapi situasi kedaruratan bencana seperti  banjir, terdapat beberapa hal yang dapat masyarakat lakukan menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Saat ada potensi banjir masyarakat dapat melakukan: 

    • Perhatikan informasi peringatan dini.
    • Amankan barang berharga ke tempat aman dan tinggi.
    • Matikan jaringan listrik dan siapkan tas siaga bencana.
    • Ikuti arahan petugas.

Sedangkan pada saat terjadi banjir masyarakat dapat melakukan:

    • Cari informasi dari sumber terpercaya.
    • Waspada terhadap arus, saluran air, dan genangan air lainnya.
    • Evakuasi diri ketempat yang aman atau lokasi yang telah ditentukan melalui jalur evakuasi.

4. Hubungi 112 

Seperti halnya 911 di Amerika Serikat, masyarakat DKI Jakarta dapat menghubungi   panggilan darurat 112 tanpa biaya apapun. 

Hubungi 122 jika saat banjir mengalami keadaan gawat darurat. Nomor 122 juga dapat dihubungi apabila ingin memanggil ambulans atau petugas medis, kecelakaan, kebakaran, hingga kasus kekerasan.

Diharapkan masyarakat jangan panik dan tetap waspada selama level siaga di wilayah DKI Jakarta agar diri sendiri dan keluarga tetap aman.

NR
  • Referensi

    Bnbp.go.id. Buku Saku Panduan Kesiapsiagaan Menghadapi Banjir Bagi Masyarakat. Diakses pada 14 September 2021, dari tiny.cc/bukusakusiagabanjir.

Saksikan Video Terkait :