Warkop DKI yang terdiri dari Dono, Kasino, dan Indro. (Instagram/ @warkop_dki_legend).
Setiap musim liburan tiba, film-film klasik Indonesia ramai ditayangkan di berbagai macam stasiun televisi. Salah satu film yang erat dengan ingatan masyarakat Indonesia adalah trio Warkop DKI.
Warkop DKI memang menjadi salah satu sosok terkenal bagi perfilman Indonesia, khususnya untuk film bergenre komedi.
Film-film Warkop DKI juga memiliki ciri khas yang dikombinasikan dengan kritikan situasi politik yang dibawakan dengan cerdas.
Sejarah Warkop DKI bernama Warkop Prambors
Grup ini bermula dari sebuah acara radio yang digagas oleh Temmy Lesanpura, seorang produser hiburan radio Prambors di Jakarta.
Temmy yang mengepalai Radio Prambors mengajak Kasino, Nanu Mulyono, dan Rudy Badil, mahasiswa Universitas Indonesia (UI) untuk mengisi acara yang bertajuk “Obrolan Santai di Warung Kopi” setiap hari kamis malam pada pukul 20.30 sampai 21.15 WIB.
Setahun kemudian, Dono, rekan mereka di UI bergabung bersama grup lawak tersebut. Sedangkan Indro, mahasiswa Universitas Pancasila bergabung pada tahun 1976. Kelimanya kemudian dikenal sebagai punggawa acara Warkop Prambors hingga akhirnya ditawari untuk tampil di panggung.
Lawakan mereka yang berkelas mahasiswa, tidak kampungan, ataupun pasaran menjadi penyegar industri komedi di Indonesia, sehingga membuat Warkop Prambors tampil beda dibanding grup-grup lawak lainnya.
Sayangnya, Rudi Badil memutuskan untuk mengundurkan diri dari Warkop ditengah kepopuleran warkop pada saat itu.
Seiring berjalannya waktu, hanya Dono, Kasino dan Indro yang melanjutkan kiprah sebagai pelawak. Akronim nama mereka adalah DKI, sehingga nama grup lawak ini digantu menjadi Warkop DKI yang dikenal hingga saat ini.
Grup Lawak yang Membawa Isu Politik
Isu sosial politik memang menjadi salah satu ciri khas Warkop DKI. Grup lawak yang memiliki latar belakang mahasiswa ini memang sudah melek isu sosial politik sejak di bangku perkuliahan.
Warkop DKI seringkali menyindir pemerintah, pengusaha, mafia berduit, hingga fenomena sosial yang terjadi di masyarakat Indonesia.
Celetukan-celetukan seperti dalam film Chips masih membuat isu dalam film-film Warkop DKI masih relevan hingga saat ini.
Film Chips sendiri mengisahkan tentang polisi yang jujur dan mengayomi masyarakat, namun kondisi ini berbanding terbalik dengan kondisi faktual saat itu, dimana banyak aparat nakal dan melakukan tindakan KKN( kolusi, korupsi, dan nepotisme).
Salah seorang personel Warkop DKI yang paling diingat pemirsa sebagai aktivis adalah Dono. Semasa kuliah, Dono adalah mahasiswa kritis dan berani bersuara lantang.
Tetap Menjaga Persahabatan Meskipun Sudah Terkenal
Hingga saat ini, film yang dibintangi Warkop DKI tetap menjadi perhatian masyarakat. Film yang mereka bintangi pun menjadi film Indonesia termahal dan paling laris pada masanya.
Indro menjelaskan bahwa Warkop DKI tetap memiliki ciri khasnya tersendiri, sehingga diingat masyarakat Indonesia.
“Kita punya kelas penonton sendiri. Semua orang di Indonesia, selalu membicarakan kelompok Warkop DKI,” ucap Indro dikutip dari laman resmi Warkop DKI.
Sayangnya pada 16 September 1997, Warkop DKI berduka, Kasino meninggal dunia pada usia 47 tahun akibat menderita tumor otak. Empat tahun kemudian setelah Kasino meninggal, Dono Warkop DKI meninggal dunia.
Saat ini, anggota Warkop DKI hanyalah Indro sendiri. Ia masih sibuk syuting film sinetron dan membawakan acara sebagai Indro Warkop di berbagai acara televisi.
Ia mengarahkan putra-putri dari Warkop DKI, sesuai pesan terakhir Dono, agar membentuk lembaga penerus keluarga besar Warkop DKI.
Gagasan itu kemudian direalisasikan dengan mendirikan Lembaga Warkop DKI yang diketuai Hanna Kasino. Untuk memfasilitasi fans Warkop, lembaga ini membuat situs internet https://www.warkopdki.org.
Indro juga tidak sosok melupakan Dono, Kasino, fans dan keluarga besar Warkop DKI dengan menggunggah kisah perjalanan, doa, dan ucapan terimakasih di akun instagramnya pada saat perayaan ulang tahun ke-47 Warkop DKI.
View this post on Instagram
Meskipun sudah berubah lebih dari 40 tahun, Warkop DKI tetap diingat masyarakat sebagai grup lawak legendaris yang memiliki ciri khasnya sendiri dan membuat orang lain tertawa.
NR
Referensi
Warkopdki.org. Sejarah Berdirinya Warkop (Bagian I). Diakses pada 14 Oktober 2021, dari https://www.warkopdki.org/sejarah-berdirinya-warkop-bagian/.
