Ilustrasi tes kanker serviks (Foto: Darunechka dari Getty Images)
Salah satu penyakit yang rawan menyerang wanita, adalah kanker serviks. Untuk itu, para wanita perlu melakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi kanker dengan lebih dini.
Kanker serviks adalah tipe kanker yang muncul di sel serviks, yakni bagian terbawah uterus yang terhubung ke vagina.
Adapun penyebab umum dari kanker serviks, adalah berbagai jenis human papillomavirus (HPV) dan infeksi menular seksual (IMS).
Saat terpapar HPV, sistem kekebalan tubuh biasanya mencegah virus melakukan kerusakan. Namun, pada sebagian kecil orang, virus ini bertahan selama bertahun-tahun dan bisa menyebabkan beberapa sel serviks menjadi sel kanker.
Sahabat DAAI dapat mengurangi risiko terkena kanker serviks dengan melakukan tes skrining dan menerima vaksin yang melindungi dari infeksi HPV.
Gejala Kanker Serviks
Kanker serviks stadium awal umumnya tidak menimbulkan gejala. Namun, kanker serviks stadium menengah akan menimbulkan beberapa gejala, yakni sebagai berikut.
- Pendarahan pada vagina setelah berhubungan seksual, biasanya terjadi di antara periode menstruasi atau setelah menopause.
- Keputihan berair dan berdarah yang mungkin parah dan berbau menyengat.
- Nyeri panggul atau nyeri saat berhubungan intim.
Penyebab Kanker Serviks
Kanker serviks muncul ketika sel sehat yang ada di serviks mengalami perubahan (mutasi) pada DNA sel. Adapun DNA sel berisi perintah dan memberikan instruksi apa saja yang harus dilakukan sel lain.
Sel-sel sehat tumbuh dan berkembang biak dengan kecepatan tertentu, lalu akhirnya mati pada waktunya. Namun, setelah mengalami mutasi, sel abnormal tersebut akan memberitahu sel sehat untuk tumbuh dan berkembang biak di luar kendali, serta mereka tidak akan mati.
Selanjutnya, sel-sel abnormal yang terakumulasi pun membentuk massa (tumor). Kemudian, sel-sel kanker menyerang jaringan terdekat dan dapat terlepas dari tumor untuk menyebar (bermetastasis) ke tempat lain di dalam tubuh.
Untuk saat ini, masih belum diketahui secara pasti hal apa yang menyebabkan kanker serviks, tetapi yang jelas virus HPV juga turut berperan sebagai penyebabnya.
Bisa dibilang, virus HPV sangat umum dan kebanyakan orang dengan virus ini tidak pernah mengembangkan kanker. Artinya, ada faktor lain seperti lingkungan atau gaya hidup yang juga menentukan apakah seseorang akan terkena kanker serviks.
Jenis Kanker Serviks
Jenis kanker serviks yang dimiliki seseorang, juga bisa membantu menentukan prognosis dan pengobatannya. Umumnya, ada beberapa jenis kanker serviks yang perlu diwaspadai, yakni sebagai berikut.
- Karsinoma sel skuamosa: Jenis kanker serviks ini dimulai pada sel tipis dan rata (sel skuamosa) yang melapisi bagian luar serviks dan menonjol ke dalam vagina. Sebagian besar kanker serviks adalah karsinoma sel skuamosa.
- Adenokarsinoma: Jenis kanker serviks ini dimulai pada sel kelenjar berbentuk kolom yang melapisi saluran serviks. Terkadang, kedua jenis sel tersebut juga ada dalam kanker serviks. Namun, sangat jarang jika kanker ini terjadi pada sel lain di leher rahim.
Faktor Risiko Kanker Serviks
Ada beberapa faktor risiko kanker serviks yang bisa mengancam seseorang, yakni sebagai berikut.
- Punya banyak pasangan seksual. Semakin besar jumlah pasangan seksual seseorang, maka semakin besar peluang orang tersebut tertular HPV.
- Memulai aktivitas seksual dini. Berhubungan seks pada usia dini, juga bisa meningkatkan risiko HPV.
- Punya riwayat IMS lainnya. Memiliki IMS lain seperti klamidia, gonore, sifilis, dan HIV/AIDS pun dapat meningkatkan risiko HPV.
- Sistem kekebalan yang melemah. Seseorang mungkin lebih berisiko terkena kanker serviks, jika sistem kekebalan tubuhnya melemah karena kondisi kesehatan lain, apalagi jika orang tersebut juga menderita HPV.
- Kebiasaan merokok aktif. Perokok aktif atau seseorang yang punya kebiasaan merokok yang buruk, juga dinilai berisiko terkena kanker serviks sel skuamosa.
- Konsumsi obat pencegah keguguran. Orang yang pernah mengonsumsi obat dietilstilbestrol (DES) saat hamil, maka kemungkinan memiliki peningkatan risiko jenis kanker serviks tertentu yang disebut adenokarsinoma sel jernih.
Pencegahan
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kanker serviks, yaitu sebagai berikut.
- Konsultasi terkait vaksin HPV. Menerima vaksinasi untuk mencegah infeksi HPV dapat mengurangi risiko kanker serviks dan kanker terkait HPV lainnya. Sahabat DAAI bisa berkonsultasi kepada dokter apakah vaksin HPV cocok untuk dikonsumsi.
- Melakukan tes pap smear. Tes pap smear dapat membantu Sahabat DAAI mendeteksi kondisi prakanker serviks, sehingga dapat dipantau atau diobati lebih cepat untuk mencegah kanker serviks berkembang lebih parah. Sebagian besar organisasi medis, menyarankan untuk memulai tes pap smear rutin sejak usia 21 tahun dan mengulanginya setiap beberapa tahun sekali.
- Gunakan pengaman saat berhubungan seksual. Sahabat DAAI bisa mengurangi risiko terkena kanker serviks, dengan melakukan tindakan pencegahan IMS. Misalnya, seperti menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks dan membatasi jumlah pasangan seksual yang dimiliki.
- Kurangi merokok. Khusus bagi perokok aktif, sebisa mungkin kurangi kebiasaan merokok. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter, terkait strategi untuk membantu Sahabat DAAI berhenti merokok.

